29.000 Balita Somalia Mati Kelaparan

Kompas.com - 04/08/2011, 20:54 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

NAIROBI, KOMPAS.com - Kekeringan dan kelaparan di Somalia, hingga Kamis (4/8/11), telah menewaskan lebih dari 29.000 anak balita dalam tiga bulan ini.  Jumlah ini sangat mencengangkan, suatu bencana kemanusiaan terparah dalam krisis di Tanduk Afrika itu.          

PBB telah mengatakan sebelumnya bahwa puluhan ribu orang telah tewas akibat kekeringan yang terburuk di Somalia dalam 60 tahun ini.  PBB mengatakan 640.000 anak  kekurangan gizi akut, suatu statistik yang dapat mengidikasikan bahwa angka kematian anak akan naik.          

Nancy Lindborg, pejabat lembaga bantuan pemerintah AS di depan komite Kongres AS di Washington, Rabu, bahwa AS memperkirakan lebih dari 29.000 anak balita Somalia selatah tewas dalam 90 hari terakhir.  Jumlah itu berdasarkan survei gizi dan kematian yang diverifikasi oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDCP) AS.          

PBB juga pada hari Rabu menyatakan tiga daerah baru masuk dalam di zona kelaparan Somalia, sehingga jumlah wilayah menjadi lima di seluruh Somalia selatan. Dari populasi sekitar 7,5 juta, PBB mengatakan 3,2 juta warga Somalia sangat membutuhkan bantuan darurat.          

Distribusi bantuan semakin sulit karena kelompok militan Al Shabab, yang tidak lain adalah sayap Al Qaeda, mengendalikan sebagian besar wilayah negara yang paling menderita itu.  Al Shabab membantah ada kelaparan. Mereka melarang Program Pangan Dunia PBB (WFP) menyalurkan bantuan ke sana.          

Puluhan ribu pengungsi telah melarikan diri ke daerah tengah Somalia dengan harapan akan menemukan makanan di kamp-kamp di Ethiopia, Kenya dan di Mogadishu. Ratusan juta dollar AS telah disumbangkan untuk melawan krisis kelaparan, tetapi PBB mengatakan mereka membutuhkan lebih ratusan juta dollar lagi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X