Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Ada Sahur di Somalia

Kompas.com - 04/08/2011, 14:19 WIB
EditorMarcus Suprihadi

MOGADISHU, KOMPAS.com — Persoalan huru-hara politik yang ditingkahi bahaya kelaparan dan perompakan selama bulan suci Ramadhan tahun ini di Somalia sungguh menekan masyarakat. Negeri di tanduk Afrika yang berpenduduk mayoritas Muslim itu mengalami kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok. Negara-negara anggota Liga Arab yang juga berpenduduk mayoritas Muslim tidak berdaya akibat perang saudara dan kekeringan.

"Sungguh amat memilukan, banyak Muslim Somalia berpuasa tanpa sahur (makan menjelang fajar) akibat kekurangan pangan," tulis wartawati Mesir, Noha Radwan, di harian Al Anba, Kamis (4/8/2011).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, dalam bulan Ramadhan kali ini tidak ada makanan yang bertebar menjelang berbuka di pasar-pasar, di jalan-jalan, dan di seputar tempat ibadah. Yang ada adalah penderitaan, kekurangan pangan yang makin mencemaskan. Banyak anak meninggal tiap hari akibat kekurangan gizi dan kelaparan.

Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Al Araby menyatakan keprihatinannya dan telah mengimbau Liga Arab untuk memberi bantuan kemanusiaan kepada rakyat Somalia. Hal serupa disampaikan Sekjen Organisasi Konferensi Islam Ekmeleddin Ihsanoglu.

Wakil Sekjen PBB Bidang Kemanusiaan Valerie Amos menilai, kelaparan Somalia bisa menyebar luas jika masyarakat internasional tidak membantu. Sifat bantuannya darurat, segera! Komunitas internasional harus segera memberikan dana yang diperlukan untuk merespons krisis yang kini telah menewaskan puluhan ribu orang itu.

Sebelumnya, Badan Kemanusiaan PBB mengumumkan bahaya kelaparan telah meluas dari dua ke tiga daerah di Somalia. Kekeringan, sebagai salah satu pemicu kelaparan, kini telah menyebar ke negara-negara jiran Somalia, seperti Kenya, Etiopia, dan Djibouti. Di ketiga negara itu diperkirakan 12,4 juta orang memerlukan bantuan kemanusiaan krusial selama 60 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.