Korut Kembali Perundingan Nuklir

Kompas.com - 01/08/2011, 11:36 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

SEOUL, KOMPAS.com -Korea Utara siap merundingkan kembali isu nuklir usai pertemuan di New York, Amerika Serikat. Kantor Berita AFP melaporkan dari Seoul, Senin (1/8), perundingan tersebut melibatkan enam pihak. Korut menyatakan memegang komitmen perundingan enam pihak yang diselenggarakan segera tanpa syarat apa pun untuk menerapkan kebijakan perlucutan nuklir sesuai kesepakatan.

Jubir Kementerian Korea Selatang mengatakan, kesepakatan itu dicapai Bulan September 2005. Pihak Pyongyang meninggalkan perundingan bulan April 2009, sebulan sebelum melakukan uji coba senjata nuklir kedua kalinya. Mitra dialog perundingan tersebut adalah Korea Selatan, China, Rusia, Jepang dan Amerika Serikat. Bulan lalu, para juru runding nuklir bertemu di Bali, Indonesia yang ditindaklanjuti dengan diskusi Kamis-Jumat pekan lalu antara AS-Korut di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Pihak AS mengklaim jalan perundingan damai kembali terbuka. Sedangkan Wakil Menlu Korut Kim Kye Gwan menyebut pembicaraan dengan AS sangat konstruktif dan tepat sasaran. Namun, kedua pihak tidak menjelaskan rencana pertemuan lebih lanjut. Ada pun Jubir Kemlu Korut mengatakan, perundingan berlangsung serius dan dibahas kelanjutan pembicaraan enam pihak dalam semangat konstruktif dan tulus dari semua pihak.

"Semua pihak menyadari perbaikan hubungan bilateral di Semenanjung Korea dan perundingan damai perlucutan nuklir di sana akan memenuhi harapan semua pihak," ujar Jubir Korut tersebut.

Pada tahun 2005 Korut setuju melucuti seluruh senjata nuklir mereka dan dibalas dengan bantuan ekonomi serta diplomatik dari negara yang menjadi pesaingnya. Perundingan semnpat terhenti karena saling curiga di antara para pihak. Korut pun sempat menyerang wilayah Korsel dalam serbuan artilleri bulan November tahun lalu. Perundinggan di New York itu merupakan pertemuan tingkat tinggi pertama antara Pyongyang-Washongton DC sejak utusan khusus Gedung Putih Stephen Bosworth singgah ke Pyongyang Bulan Desember 2009. (AFP/The Straits Times/Iwan Santosa)

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X