AS: Zawahiri Target Berikutnya

Kompas.com - 17/06/2011, 14:11 WIB
EditorKistyarini

WASHINGTON, KOMPAS.com — Pemerintah Amerika Serikat  bertekad akan memperlakukan pemimpin terbaru Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri, seperti Osama bin Laden.

"Seperti yang kami lakukan, berusaha menangkap dan membunuh, dan kami berhasil melakukan hal itu terhadap Bin Laden. Kami akan melakukan hal sama pada Zawahiri," kata pejabat senior militer AS Mike Mullen.

Dalam jumpa pers terakhirnya di Pentagon, Kamis (16/6/2011), Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengatakan, diumumkannya pengganti Osama itu sebagai peringatan akan ancaman serangan baru dari Al Qaeda.

"Yang harus kita perhatikan adalah pengumuman Al Qaeda itu mengingatkan kita bahwa meskipun mereka mengalami kehilangan besar... Al Qaeda tetap langgeng dan berusaha mencari pengganti orang-orang yang terbunuh, dan tetap berkomitmen pada agenda yang ditetapkan Bin Laden," papar Gates.

Gates berpendapat, Zawahiri menghadapi "beberapa tantangan". "Bin Laden memimpin Al Qaeda sejak pembentukannya. Dalam konteks tertentu, Bin Laden memiliki karisma yang tidak dimiliki Zawahiri. Saya rasa Bin Laden lebih terlibat secara operasional ketimbang Zawahiri selama ini," katanya.

Para pejabat AS menyebut Zawahiri sebagai "jenderal di balik meja" yang tidak memiliki pengalaman tempur. Karismanya dan kepemimpinannya juga tidak sebesar Osama bin Laden. Kewarganegaraan Zawahiri, yaitu Mesir, dipandang bisa menimbulkan kecurigaan di antara anggota Al Qaeda. Faktor itu dinilai bisa menimbulkan perpecahan dalam tubuh organisasi itu.

"Dia belum menunjukkan kepemimpinan atau kemampuan organisasi yang kuat selama di Al Qaeda atau sebelumnya saat dia masih bergabung Jihad Islam Mesir," kata seorang pejabat AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Naiknya dia ke tampuk pimpinan bisa jadi bakal menimbulkan kritik, kalau bukan pengucilan dan pertikaian dalam Al Qaeda."

Seperti Osama bin Laden, Zawahiri terus bersembunyi sejak AS melancarkan perang melawan teror setelah serangan 11 September 2001. Tokoh berusia 59 tahun itu kini menjadi buron nomor satu AS.

Zawahiri pernah dipenjara selama tiga tahun di Mesir. Dia  diduga terlibat pembunuhan Presiden Mesir Anwar Sadat pada 1981 serta pembantaian turis di Luxor pada 1997.

Terancam hukuman mati, Zawahiri meninggalkan Mesir pada pertengahan 1980-an. Awalnya ke Arab Saudi, tetapi kemudian ke Peshawar, Pakistan. Sampai akhirnya dia bergabung dengan Osama bin Laden di Afganistan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.