Negara Teluk Desak Presiden Yaman Mundur

Kompas.com - 11/04/2011, 02:24 WIB
Editoryuli

RIYADH, KOMPAS.com - Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mendesak Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, melakukan transisi damai kepada wakilnya. GCC terdiri dari Kuwait, Qatar dan Arab Saudi serta Bahrain, Oman dan Uni Emirat Arab.

Ketua GCC, Abdullatif al-Zayani setelah pertemuan di Riyadh, Minggu (10/4/2011), meminta Saleh "mengumumkan peralihan kekuasaan kepada Wakil Presiden Abdrabuh Mansur Hadi.

Mereka juga mendesak pembentukan sebuah pemerintah persatuan nasional yang dipimpin oleh oposisi yang akan bertanggung jawab menyusun konstitusi dan mengatur pemilihan umum.

Saleh pada Jumat lalu menolak usulan mundur oleh Perdana Menteri Qatar dan menyebutnya sebagai "campur tangan yang mencolok atas permasalahan Yaman".

Seruan GCC bagi peralihan kekuasaan di Yaman itu disampaikan ketika kekerasan masih terus berlangsung di negara tersebut. Sedikitnya satu pemrotes anti-pemerintah tewas dan puluhan lain tertembak di kota-kota Taez dan Sanaa.

Tiga orang lagi tewas, termasuk seorang aparat intelijen dan seorang prajurit, di Provinsi Abyan, markas Al-Qaeda di Yaman selatan. Demonstrasi di Yaman sejak akhir Januari yang menuntut pengunduran diri Saleh dikabarkan telah menewaskan sekitar 100 orang.

Oposisi Yaman mendesak Saleh mengakhiri kekuasaan tiga dasawarsanya dan menyerahkan wewenang kepada deputinya untuk periode peralihan, namun usulan itu ditolak oleh pemimpin kawakan tersebut.

Dengan jumlah korban tewas yang terus meningkat, Saleh, sekutu lama Washington dalam perang melawan Al-Qaeda, tampaknya kehilangan dukungan AS. Pemerintah AS mengambil bagian dalam upaya-upaya untuk merundingkan pengunduran diri Saleh dan penyerahan kekuasaan sementara, menurut sebuah laporan di New York Times, Minggu.

Para pejabat AS menganggap posisi Saleh tidak bisa lagi dipertahankan karena protes yang meluas dan ia harus meninggalkan kursi presiden, kata laporan itu. Perundingan mengenai pelengserannya telah dilakukan selama lebih dari sepekan.

Meski demikian, Washington memperingatkan bahwa jatuhnya Saleh selaku sekutu utama AS dalam perang melawan Al-Qaeda akan menimbulkan "ancaman nyata" bagi AS.

Yaman adalah negara leluhur pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden dan hingga kini masih menghadapi kekerasan separatis di wilayah utara dan selatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.