NATO Tewaskan 13 Pemberontak Libya

Kompas.com - 03/04/2011, 01:35 WIB
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

LIBYA, KOMPAS.com — Satu serangan udara NATO menewaskan 13 pemberontak Libya ketika mereka berusaha menguasai Brega, sebelum pasukan yang setia kepada Moammar Khadafy memukul mundur ke batas bagian timur kota minyak itu pada Sabtu (2/4/2011).

Kepemimpinan pemberontak melukiskan kematian itu sebagai suatu kesalahan tidak sengaja dan menyerukan agar serangan-serangan udara diteruskan terhadap pasukan Khadafy, yang bersenjata roket dan senjata mesin.

Sebelumnya, para pemberontak yang terlatih dan berpengalaman bertempur melawan pasukan Khadafy di wilayah Brega. Namun, belum jelas apakah mereka bertahan di wilayah yang telah mereka kuasai atau mundur ke padang pasir. Para wartawan turut mundur ke arah timur bersama para pemberontak.

Seorang koresponden Reuters sebelumnya melihat sedikitnya empat kendaraan hangus terbakar, termasuk satu ambulans di tepi jalan dekat jalan masuk ke Brega. Kaum pria berdoa di tempat pemakaman yang baru digali dan ditutupi bendera pemberontak berwarna merah, hitam, dan hijau.

"Beberapa anggota pasukan Khadafy menyelinap masuk di antara para pemberontak dan melepaskan tembakan antipesawat terbang ke udara," kata Mustafa Ali Omar, seorang pemberontak. "Setelah itu, pasukan NATO datang dan mengebom mereka."

Para pemberontak di tempat kejadian mengatakan, pengeboman berlangsung sekitar pukul 22.00 waktu setempat, Jumat. Sebagian besar menyalahkan seorang agen Khadafy yang menyebabkan serangan oleh NATO, tetapi beberapa orang mengatakan bahwa para pemberontak lain menembak ke udara secara tidak sengaja.

Sebanyak 13 orang meninggal dalam pengeboman itu dan tujuh lainnya luka-luka, kata juru bicara Dewan Nasional Hafiz Ghoga di Benghazi, kota di bagian timur Libya, dan menyebutnya "insiden yang disayangkan".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Juru bicara lain dari pemberontak, Mustafa Gheriani, berkata, "Anda harus melihat pada gambar besar. Kesalahan-kesalahan akan terjadi. Kami berusaha menyingkirkan Khadafy dan akan ada korban walaupun ini tidak membuat kami gembira."

Menurut dia, kepemimpinan pemberontak masih mendukung serangan-serangan udara untuk melindungi warga sipil Libya.

"Kami senang melihat pasukan NATO melakukan apa yang menjadi tugas mereka—melindungi warga sipil, memberlakukan gencatan senjata, dan menciptakan situasi untuk mengizinkan protes damai," kata Gheriani.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.