30 Persen Lowongan Kerja Tidak Terisi

Kompas.com - 11/02/2011, 04:35 WIB
Editor

Depok, Kompas - Data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menunjukkan, sekitar 30 persen lowongan kerja tahun 2010 tidak terisi. Padahal, jumlah pencari kerja melimpah. Karakter dan daya saing pencari kerja yang jadi masalah.

Data dari provinsi, kabupaten, dan kota menunjukkan, terdaftar 4,12 juta pencari kerja. Adapun lowongan kerja tersedia bagi 2,38 juta orang, yang hanya terisi 1,62 juta orang (sekitar 70 persen).

”Kondisi pasar kerja timpang. Lapangan kerja tak sebanding dengan pencari kerja. Yang ada pun tidak bisa terpenuhi karena kualifikasi tenaga kerja tak sesuai permintaan pasar kerja,” tutur Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, pada pembukaan UI Career & Scholarship Expo XI di Kampus Universitas Indonesia, Kamis (10/2). Ia menilai, ada masalah kompetensi tenaga kerja Indonesia.

Senior Marketing Communication JobStreet.com Ade Wisnu Brata mengatakan, banyak perusahaan mengeluh rendahnya soft skills, seperti kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, kepercayaan diri, dan tanggung jawab para pelamar kerja. Selain itu, pencari kerja baru (sarjana baru) sering kali berharap segera punya fasilitas kerja dan posisi baik secara cepat.

”Banyak pencari kerja tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang ada di CV-nya. Kompetensinya ternyata tidak seperti kenyataan,” kata Ade. Saat ini tercatat 1,5 juta pencari kerja di JobStreet.com.

Senior Manager PT Accenture Anna Nursalim mengatakan, lima tahun belakangan, karakter tenaga kerja lulusan baru perguruan tinggi kurang cocok. ”Banyak yang memilih cabut ketika menghadapi tantangan sulit. Padahal, dibutuhkan orang berdaya juang tinggi yang tak mudah menyerah. Lulusan sekarang kebanyakan tak begitu,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerja Sama Universitas Indonesia Sunardji mengatakan, para mahasiswa memang perlu dibantu merencanakan kariernya secara matang. Perlu dikembangkan semacam pusat pengembangan karier di kampus yang bisa membimbing mahasiswa hingga memberi pelatihan, seperti soft skills yang dibutuhkan dunia kerja.

Seperti diungkapkan Muhaimin, kualitas sumber daya manusia masih menjadi masalah serius. Dari 116,5 juta angkatan kerja, sekitar 51 persen lulusan sekolah dasar. (ELN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.