Perompak Tinggalkan Puntland

Kompas.com - 03/02/2011, 05:02 WIB
EditorJosephus Primus

MOGADISHU, KOMPAS.com - Perompak Somalia meninggalkan salah satu pangkalan besar mereka di daerah semi-otonomi Puntland karena khawatir pasukan keamanan setempat akan menghancurkan mereka, kata perompak dan penduduk Garad, Rabu (2/2/2011). "Penduduk dan pemerintah Puntland memaksa perompak meninggalkan daerah pantai Garad," kata pengusaha Abdikadir Yusuf Ali kepada Reuters.       

"Kini tidak ada satu kapal pun yang berlabuh di pantai wilayah itu. Seluruh 13 kapal yang berada di sini telah dipindahkan ke daerah Hobyo dan El-Dhanane yang hanya berjarak 30 kilometer dari sini. Mereka tidak saja pergi dengan kapal-kapal mereka namun juga dengan mobil mewah mereka," tambahnya.       

Berkat uang tebusan dari hasil pembajakan kapal, para pemimpin perompak menikmati status seperti selebriti dalam beberapa tahun terakhir, dengan mengemudikan mobil mahal dan tinggal di vila kelas atas, namun gaya hidup berlebihan mereka telah membuat banyak penduduk lokal menentang mereka.       

Mohamed Ahmed Alim, pejabat tinggi di daerah Galmadug, mengkonfirmasi bahwa perompak telah tiba di wilayahnya. "Mereka mengatur ulang pangkalan mereka dan ini merupakan bagian dari taktik keamanan. Namun, itu hanya sementara, mereka akan kembali lagi ke Garad," kata Andrew Mwangura, kepala Program Bantuan Pelaut Afrika Timur.       

Perompak menyatakan, mereka pergi setelah penduduk membagikan selebaran yang berisi ultimatum pergi atau hadapi perlawanan.       

Perompakan meraja-lela di lepas pantai Somalia, yang mengacaukan jalur pelayaran antara Eropa dan Asia, membuat awak dan kapal terancam bahaya serta mendorong beaya asuransi bagi perusahaan perkapalan.       

PBB memperingatkan, perompak Somalia menjadi semakin berani dan tetap mendahului pasukan angkatan laut internasional yang berusaha mengakhiri pembajakan di kawasan perairan itu.       

Pada 2009, perompak Somalia menyerang lebih dari 130 kapal dagang di lepas pantai Somalia, naik lebih dari 200 persen dari tahun 2007, menurut Pusat Pelaporan Perompakan Biro Maritim Internasional di Kuala Lumpur.       

Perompak yang beroperasi di lepas pantai Somalia meningkatkan serangan pembajakan terhadap kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden meski angkatan laut asing digelar di lepas pantai negara Tanduk Afrika itu sejak 2008.       

Kapal-kapal perang asing berhasil menggagalkan sejumlah pembajakan dan menangkap puluhan perompak, namun serangan masih terus berlangsung.       

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.