Turki: Serbuan Israel Lampaui Batas

Kompas.com - 24/01/2011, 00:52 WIB
Editoryuli

ISTANBUL, KOMPAS.com - Israel menggunakan kekuatan berlebihan dalam serangan terhadap kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza yang menewaskan sembilan aktivis Turki, demikian hasil penyelidikan yang diumumkan Turki, Minggu (23/1/2011).

Kesimpulan awal penyelidikan itu mengatakan, "Militer Israel menggunakan kekuatan berlebihan terhadap kapal Mavi Marmara." Hasil penyelidikan itu diumumkan Minggu, bertepatan dengan pengumuman Israel mengenai hasil penyelidikannya sendiri terkait dengan insiden pada Mei lalu itu.

"Kekuatan yang digunakan untuk menyergap Mavi Marmara melampaui batas yang sesuai dan diperlukan," kata dokumen hasil penyelidikan tersebut. Komisi penyelidik yang dibentuk Turki tahun lalu itu mewawancarai para aktivis Turki dan asing dalam armada kapal bantuan tersebut.

Laporan awal komisi itu mengecam serangan yang tidak proporsional itu dan mendesak Israel membayar ganti rugi kepada keluarga korban. Minggu, komisi Israel juga mengumumkan hasil penyelidikan mereka sendiri dan mengatakan, tindakan Israel terhadap kapal bantuan itu "sah sesuai dengan aturan hukum internasional".

Israel menjadi sorotan dunia setelah serangan mematikan terhadap armada kapal bantuan tujuan Gaza pada Mei.

Laporan yang dikeluarkan Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada 22 September menyebutkan, ada "bukti jelas untuk mendukung penuntutan" terhadap Israel karena pembunuhan dan penyiksaan yang disengaja dalam serangan Mei yang menewaskan sembilan aktivis Turki itu.

Israel menolak laporan itu dengan menyebutnya sebagai bias dan mendukung satu pihak dan menekankan bahwa mereka bertindak sesuai dengan hukum internasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasukan komando Israel menyerbu kapal-kapal dalam armada bantuan yang menuju Jalur Gaza pada 31 Mei. Sembilan aktivis Turki pro-Palestina tewas dalam serangan di kapal Turki, Mavi Marmara, yang memimpin armada kapal bantuan itu menuju Gaza.

Israel berkilah bahwa penumpang-penumpang kapal itu menyerang pasukan, tetapi penyelenggara armada kapal itu menyatakan bahwa pasukan Israel mulai melepaskan tembakan begitu mereka mendarat.

Hubungan Israel-Turki terperosok ke tingkat terendah sejak kedua negara itu mencapai kemitraan strategis pada 1990-an akibat insiden tersebut.

Turki memanggil duta besarnya dari Tel Aviv dan membatalkan tiga rencana latihan militer setelah penyerbuan itu. Turki juga dua kali menolak permohonan pesawat militer Israel menggunakan wilayah udaranya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.