Mooryati: Tak Pensiun Usai Melepas Jabatan

Kompas.com - 12/01/2011, 17:08 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Tongkat estafet kepemimpinan perusahaan keluarga PT Mustika Ratu resmi diserahkan Mooryati Soedibyo ke tangan anak keduanya, Putri Kuswisnu Wardani. Meski begitu, perempuan yang berhasil meraih gelar doktor pada 2007 lalu ini tak lantas pensiun total. Segudang aktivitas masih dijalankan ibu lima anak berusia 83 tahun ini.

"Anak-anak meminta saya istirahat. Tapi kalau saya disuruh makan tidur saja malah jadi sakit dan pikun. Bagaimanapun sebagai founder saya tidak lepas 100 persen. Saya masih akan mengikuti perkembangan dan mencari tahu problem apa saja yang dihadapi," kata Mooryati saat konferensi pers usai prosesi suksesi kepemimpinan puncak presiden direktur PT Mustika Ratu di Aula Sasono Wiwoho, Menteng, Jakarta, Rabu (12/1/2011).

Konsentrasi pada riset
Sebenarnya, secara praktiknya, bisnis keluarga Mustika Ratu sudah dijalankan bertahap oleh Putri sejak 2003. Namun memang secara resmi baru diserahkan sepenuhnya tahun ini, kata Mooryati. Kini, perempuan yang akrab disapa Bu Moor ini akan memberikan kontribusi dalam bentuk lain. Riset dan pengembangan produk menjadi perhatiannya.

"Banyak penelitian yang bisa dilakukan, bekerja sama dengan LIPI atau pihak lain di luar negeri. Tujuannya untuk mengembangkan produk dan juga melahirkan inovasi baru, dengan syarat harus dari bahan alam asli Indonesia," katanya.

Fokus pada pendidikan
Aktivitas lain yang masih menjadi perhatian Bu Moor adalah pendidikan. Baik pendidikan melalui lembaga profit ataupun nonprofit. Pendidikan untuk terapis spa yang didirikannya, LPPMS (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Mooryati Soedibyo) masih menjadi perhatiannya.

"Konsep terapis spa perlu ditingkatkan namun juga disesuaikan dengan perkembangan jaman," jelasnya bersemangat. Apalagi terapis spa Indonesia dikenal hingga ke luar negeri sebagai spa dengan perawatan khas yang berbeda.

Yang juga menjadi fokus Mooryati dalam bidang pendidikan adalah terkait kewirausahaan. Melalui organisasi nonprofit, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Mooryati terpanggil untuk meneruskan misinya memberdayakan perempuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Entrepreneurship penting dimasukkan ke dalam berbagai aspek pendidikan," katanya, menambahkan jiwa dan semangat entrepreneurship masih perlu ditularkan ke sebanyak mungkin orang, terutama perempuan.

Kewirausahaan tidak hanya bisa dimiliki melalui pendidikan, melainkan juga dari kemauan, bakat, pengalaman, dan cara berpikir yang berbeda, jelasnya. Penyebaran jiwa kewirausahaan inilah yang menjadi panggilan hati Mooryati usai pensiun dari kepemimpinan perusahaan kosmetika yang dirintisnya dari usaha rumahan di depan garasinya 36 tahun silam.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X