Belasan Orang Tewas di Irak dan Pakistan

Kompas.com - 28/12/2010, 03:04 WIB
Editor

Ramadi, Senin - Belasan orang tewas dalam tiga kejadian terpisah terkait terorisme global di Irak dan Pakistan, Senin (27/12). Di kota Ramadi, Irak, dua bom meledak berturut-turut dengan selisih waktu hanya 15 menit, menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Bom pertama meledak pukul 09.30 waktu setempat. Sebuah mobil minibus penuh bahan peledak diledakkan di tengah perempatan jalan tersibuk di ibu kota Provinsi Anbar, Irak, itu. Saat warga dan petugas penyelamat datang untuk menolong korban bom, bom kedua diledakkan di tengah kerumunan massa.

”Saya berlari keluar dan melihat banyak kendaraan terbakar. Wanita, anak-anak, dan polisi terkapar di tengah jalan. Saat tim penyelamat datang, seseorang yang berpakaian seperti polisi meledakkan diri di antara mobil-mobil ambulans dan para korban (bom pertama),” tutur Majid Shahut (34), yang tinggal di dekat lokasi ledakan dan turut menderita luka di bagian lengan dan kakinya.

Jumlah korban simpang siur. Gubernur Anbar Qassim Mohammedsaid mengatakan, tujuh orang tewas dan 28 orang luka-luka. Sementara polisi yang menyelidiki titik ledakan mengatakan, jumlah korban tewas mencapai 17 orang dan 47 orang terluka.

Ini adalah serangan bom kedua yang terjadi di pusat kota Ramadi dalam dua pekan terakhir. Serangan pertama pada 12 Desember menewaskan 13 orang.

Provinsi Anbar pernah menjadi basis militan Al Qaeda di Irak pasca-invasi AS di Irak tahun 2003, sampai akhirnya komunitas Sunni setempat bangkit melawan kaum militan tersebut.

Dalam kejadian terpisah, tiga orang dari satu keluarga tewas setelah mobil yang mereka tumpangi terkena ledakan bom pinggir jalan di kota Dujail, 80 kilometer sebelah utara Baghdad. Seorang bayi berusia satu tahun terluka parah dan masih dirawat di rumah sakit.

Serangan ”drone”

Sementara di Pakistan, sedikitnya 18 orang yang diduga anggota militan Taliban tewas setelah terkena rudal-rudal yang ditembakkan pesawat tak berawak (drone), Senin.

Pejabat setempat mengatakan, sebuah pesawat tak berawak, yang diduga milik AS, menembakkan enam peluru kendali (rudal) ke sebuah kamp di Desa Shera Tala, Distrik Mir Ali, 25 km sebelah timur kota Miranshah di kawasan suku-suku asli Waziristan Utara, dekat perbatasan Pakistan-Afganistan. Mir Ali selama ini diduga sebagai basis kekuatan Taliban di Pakistan.

Menurut informasi intelijen Pakistan, enam rudal tersebut menghantam kamp dan mobil-mobil yang keluar dari kamp itu. ”Kami mendapat laporan 18 militan tewas (dalam serangan itu), tetapi sampai saat ini baru bisa mengonfirmasi 15 korban,” ungkap seorang pejabat Pemerintah Pakistan di Peshawar.

AS tak pernah mengakui serangan-serangan drone-nya di wilayah Pakistan. Namun, pasukan AS dan dinas intelijen CIA yang beroperasi di Afganistan adalah satu-satunya pihak yang mengoperasikan pesawat tak berawak di kawasan itu. Sepanjang tahun ini tercatat 110 serangan rudal dari drone, yang telah menewaskan 640 orang.(AFP/AP/BBC/Reuters/DHF)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X