Di Jepang, Dalai Lama Dukung Liu Xiaobo

Kompas.com - 06/11/2010, 17:53 WIB
EditorJosephus Primus
NARITA, KOMPAS.com - Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama, Sabtu (6/11/2010) berada di Jepang untuk satu kunjungan yang waktunya hampir bersamaan dengan kehadiran pemimpin China Hu Jintao pada KTT regional menegaskan dukungannya kepada pembangkang China dan pemenang hadiah Nobel Perdamaian Liu Xiaobo.      Hubungan antara Jepang dan China tegang sejak September, ketika Jepang menahan seorang nakoda kapal penangkap ikan China yang bertabrakan dengan dua kapal patroli Jepang dekat pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Timur, lokasi yang kaya cadangan gas dan minyak. "Dalam gerakannya , (Liu) tidak menggulingkan pemerintah, tetapi berusaha pada sikap China yang lebih terbuka, pada keadaan yang dapat diminta pertanggungjawabkan," kata Dalai Lama  kepada wartawan di Narita, dekat Tokyo.      "China tetap satu masyarakat yang tertutup dan sangat merugikan  karena tidak memberikan sumbangan-sumbangan penting menyangkut masalah-masalah dunia. China, cepat atau lambat, anda harus terbuka, itu hanya satu-satunya jalan," kata tokoh berusia 75 tahun itu.      China mengecam penganugerahan hadiah Nobel Perdamaian kepada Liu Oktober lalu. Liu sedang menjalani hukuman penjara 11 tahun karena dituduh terlibat subversi karena perannya mendukung demokrasi dan pemerintah multipartai. China juga mengingatkan negara-ngara Eropa yang mendukung dia akan dianggap sebaga  penghinaan terhadap sistem hukum China.      Perdana menteri Jepang Naoto Kan bulan lalu mengatakan bahwa China perlu membebaskan Liu tetapi tidak mengatakan secara tegas menyerukan pembebasannya.      Spekulasi meningkat menyangkut apakah Kan dan Hu, para pemimpin dua negara ekonomi terbesar Asia itu, akan bertemu di sela-sela pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pekan depan di Yokohama, dekat Tokyo.      Dalai Lama, yang menyerukan pembebasan Liu , meraih hadiah Nobel Perdamaian tahun 1989, pada tahun yang sama ketika tindakan keras di Taman Tiananmen  terhadap para pemrotes prodemokrasi  oleh pihak aparat keamanan China.      Ia akan ikut serta dalam  pertemuan 12-14 November para pemenang Nobel Perdamaian di Hiroshima, Jepang barat. Presiden AS Barack Obama, yang meraih hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu, mungkin tidak akan hadir.      China menuduh  Dalai Lama meningkatkan kampanye kekerasan bagi separatisme. Ia membantah tuduhan-tuduhan China terhadap dirinya da mengatakan ia hanya mengusahakan otonomi yang lebih bermakna bagi Tibet melalui cara-cara yang damai.
 
 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.