Pembangkang China Raih Nobel Perdamaian - Kompas.com

Pembangkang China Raih Nobel Perdamaian

Kompas.com - 08/10/2010, 16:23 WIB

OSLO, KOMPAS.com Liu Xiaobo, pembangkang China yang dipenjara, meraih Nobel Perdamaian 2010, Jumat (8/10/2010), atas perjuangannya terhadap hak asasi manusia. Hal tersebut disampaikan Komite Nobel Norwegia.

Thorbjoern Jagland selaku Presiden Komite Nobel Norwegia dalam pengumumannya mengatakan, "Dia dihargai atas perjuangannya yang panjang dan tanpa kekerasan terhadap hak asasi manusia di China. Komite Nobel Norwegia telah lama percaya bahwa ada hubungan yang erat antara hak asasi manusia dan perdamaian."

Sementara itu, Beijing sering memperingatkan Komite Nobel Norwegia untuk tidak mendukung aktivis pro-demokrasi. Mereka bahkan secara khusus, baru-baru ini, memperingatkan komite tersebut tentang Liu, yang membantu menyusun Piagam 08, sebuah manifesto pro-demokrasi yang menuntut reformasi politik. Beijing memperingatkan bahwa pemilihan terhadap Liu akan merusak hubungan mereka dengan Norwegia.

Sebagai informasi, aktivis politik berusia 54 tahun itu dihukum penjara selama 11 tahun pada bulan Desember tahun lalu oleh pengadilan di Beijing. Dia ditahan atas tuduhan subversi karena menyerukan reformasi politik di China, termasuk menuntut kebebasan berkumpul, kebebasan berekspresi, dan kebebasan beragama.


EditorEgidius Patnistik

Terkini Lainnya

Bapak dan Anak Asal Lahat Ditemukan Tewas di Sukabumi

Bapak dan Anak Asal Lahat Ditemukan Tewas di Sukabumi

Regional
MRT Lebak Bulus-Bundaran HI Dirancang Tiba di Stasiun Tiap 5 Menit

MRT Lebak Bulus-Bundaran HI Dirancang Tiba di Stasiun Tiap 5 Menit

Megapolitan
Perampok Sopir Taksi Online di Palembang Sempat Bidik 5 Korban Lain Sebelum Sofyan

Perampok Sopir Taksi Online di Palembang Sempat Bidik 5 Korban Lain Sebelum Sofyan

Regional
Fakta Perburuan Pelaku Pembunuhan Sofyan, Takut Ditembak Polisi hingga Satu Masih Buron

Fakta Perburuan Pelaku Pembunuhan Sofyan, Takut Ditembak Polisi hingga Satu Masih Buron

Regional
Pakai Uang Ibunya, Gadis di China Habis Rp 220 Juta untuk 'Video Game'

Pakai Uang Ibunya, Gadis di China Habis Rp 220 Juta untuk "Video Game"

Internasional
Bea Cukai Sita 4 Juta Batang Rokok di Jepara Senilai Rp 2,9 Miliar

Bea Cukai Sita 4 Juta Batang Rokok di Jepara Senilai Rp 2,9 Miliar

Regional
Kubu Prabowo-Sandiaga Luncurkan Buku 'Paradoks Indonesia' Versi Braile

Kubu Prabowo-Sandiaga Luncurkan Buku "Paradoks Indonesia" Versi Braile

Nasional
'Ngamuk' dan Coba Rebut Kemudi Bus, Perempuan Ini Ditangkap

"Ngamuk" dan Coba Rebut Kemudi Bus, Perempuan Ini Ditangkap

Internasional
Minta Program Kirim Buku Gratis Dilanjutkan, Pemerintah Belum Beri Kepastian Anggaran

Minta Program Kirim Buku Gratis Dilanjutkan, Pemerintah Belum Beri Kepastian Anggaran

Nasional
Fokus kepada Rusia dan China, AS Kurangi Pasukan di Afrika

Fokus kepada Rusia dan China, AS Kurangi Pasukan di Afrika

Internasional
Tempuh Jalur Hukum, PPP Kubu Romy Akan Laporkan PPP Versi Muktamar Jakarta

Tempuh Jalur Hukum, PPP Kubu Romy Akan Laporkan PPP Versi Muktamar Jakarta

Nasional
Suami Istri yang Tewas Dibunuh di Bekasi Dikenal Jago Berbisnis

Suami Istri yang Tewas Dibunuh di Bekasi Dikenal Jago Berbisnis

Megapolitan
PPP Kubu Romy Masih Buka Opsi Berdamai, Asal...

PPP Kubu Romy Masih Buka Opsi Berdamai, Asal...

Nasional
Mogok Kerja, Staf Kamar Mayat Minta Warga Tunda Kematian

Mogok Kerja, Staf Kamar Mayat Minta Warga Tunda Kematian

Internasional
Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi untuk Barang Bukti Kasus 'Vlog Idiot'

Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi untuk Barang Bukti Kasus "Vlog Idiot"

Regional

Close Ads X