KM Teratai Prima Tenggelam di Kedalaman 500 Meter - Kompas.com

KM Teratai Prima Tenggelam di Kedalaman 500 Meter

Kompas.com - 12/01/2009, 23:04 WIB

MAKASSAR, SENIN — Kapal Motor (KM) Teratai Prima yang dihantam ombak setinggi tiga meter tenggelam di perairan Majene, Sulawesi Barat, yang memiliki kedalaman 500 meter.

"Lokasi kecelakaan KM Teratai sekitar tiga mil dari bibir pantai Majene dan enam mil dari lokasi jatuhnya pesawat Adam Air," kata Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama Ignatius Dadiek Surarto kepada Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, sesaat sebelum meneruskan perjalanan ke Sulawesi Barat, Senin.

Personel darat yang diturunkan dan dikoordinasi pihak Lantamal VI dan kini telah berposko di Parepare sebanyak 108 orang, terdiri dari 23 personel Marinir, empat orang tenaga komunikasi, satu tenaga penerangan, 20 personel Badan SAR Nasional dan delapan orang tenaga cadangan.

Sampai saat ini baru satu jenazah korban tewas ditemukan berjenis kelamin perempuan tanpa identitas. Korban ditemukan di Teluk Mandar.

Sementara itu, korban selamat menjadi 31 orang atau bertambah delapan orang yang ditemukan hari ini. Empat di antara korban selamat adalah ABK.

Dalam laporannya kepada Menhub Jusman, Danlantamal Dadiek meminta bantuan bahan bakar untuk unit-unit penyelamat terutama yang sedang disiagakan di Kota Parepare, Sulsel, dan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar.


Editor

Terkini Lainnya

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional
Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Nasional
3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

Regional

Close Ads X