Jumat, 24 Oktober 2014

News / Internasional

TENAGA KERJA

Sebulan Lembur, Karyawan China Tewas di Kantor

Kamis, 16 Mei 2013 | 14:19 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Seorang karyawan perusahaan periklanan internasional di Beijing meninggal dunia karena diduga kelelahan.

Li Yuan, karyawan berusia 24 tahun itu, menurut harian Yangzi Evening News, bekerja lembur selama satu bulan terakhir ini. Dia tak pernah meninggalkan kantor sebelum pukul 23.00 setiap hari.

Li Yuan, dikabarkan jatuh di kantornya sekitar pukul 17.00 pada 14 Mei. Rekan kerjanya lalu menelepon bantuan medis yang kemudian melarikan Li ke Peking Union Medical College. Namun, nyawa pria muda itu tak bisa diselamatkan.

Di hari Li meninggal dunia, dia masih sempat mengunggah fotonya ke jejaring sosial Sina Weibo—versi China dari Twitter. Dalam foto itu, Li terlihat memberikan hormat seperti hendak pulang dari pekerjaannya hari itu. Foto yang diunggah Li mendapatkan komentar lebih dari 15.000 orang.

Karyawan dengan jam kerja berlebihan menjadi masalah serius di China. Harian resmi Liga Pemuda Komunis China, China Youth Daily, melaporkan, setiap tahun hampir 600.000 warga China meninggal dunia karena "kelelahan bekerja".

Menurut hasil penelitian, penyebab utama karyawan yang meninggal dunia adalah serangan jantung dan stroke yang diakibatkan stress karena tekanan kerja.

Sebuah survei yang digelar harian pemerintah, Global Times, menemukan fakta bahwa dua dari tiga responden mengatakan kondisi kesehatan mereka sangat buruk.

Survei ini dilakukan dengan mewawancarai 1.000 responden berusia 20-60 tahun dari tujuh kota besar China, yaitu Beijing, Shanghai, Guangzhou, Chengdu, Xi'an, Changsa, dan Shenyang. Sebagian besar responden adalah karyawan kerah putih.

Para responden mengaku mereka sangat lelah dan tertekan karena pekerjaan mereka. Namun, mereka juga merasa cemas saat tak mendapatkan tekanan apa pun.

Apalagi, biaya hidup di kota-kota besar China terbilang tinggi. Dibutuhkan biaya sekitar Rp 14 juta sebulan untuk hidup minimal di kota-kota utama, seperti Beijing dan Shanghai. 

Sementara untuk kota-kota kelas dua, seperti Dalian dan Chengdu, biaya yang dibutuhkan untuk hidup sebulan sekitar Rp 8 juta.


Editor : Ervan Hardoko
Sumber: