Jumat, 25 Juli 2014

News / Internasional

PALESTINA

Warga Palestina di Jerusalem Timur Hidup Miskin

Selasa, 7 Mei 2013 | 21:42 WIB

JERUSALEM, KOMPAS.com - Sebanyak delapan dari 10 orang Palestina yang tinggal di Jerusalem timur hidup di bawah garis kemiskinan. Data ini diluncurkan di saat Israel tengah bersiap merayakan keberhasilannya merebut sektor Arab kota Jerusalem pada 1967.

"Hampir 80 persen warga Jerusalem timur hidup di bawah garis kemiskinan. Ini angka terburuk sepanjang sejarah," demikian laporan Asosiasi untuk Hak Sipil di Israel (ACRI), Selasa (7/5/2013).

Hasil laporan, yang mempelajari dampak kebijakan Israel terhadap hak-hak dasar warga Palestina, diluncurkan sehari menjelang perayaan Hari Jerusalem, yaitu peringatan keberhasilan Israel merebut seluruh kota Jerusalem dalam perang enam hari 1967.

Israel kemudian menduduki Jerusalem timur meski langkah ini dikecam dan tidak diakui dunia internasional.
Saat ini terdapat 293.000 warga Palestina di kota berpenduduk sekitar 800.000 orang itu.

Studi ACRI juga menyatakan dinding pembatas yang memisahkan Jerusalem timur dengan Tepi Barat semakin memperburuk kondisi warga Palestina.

ACRI mengatakan sekitar 90.000 warga Palestina pemegang kartu pengenal Jerusalem berwarna biru, harus melewati pos-pos pemeriksaan Israel setiap hari hanya untuk pergi bekerja, berangkat sekolah, pergi ke rumah sakit, dan mengunjungi sanak saudara.

Rumah sakit di Jerusalem timur juga menderita kesulitan pembiayaan akibat minimnya pasien dan staf medis yang datang dari Tepi Barat.

Data lain yang ditemukan ACRI adalah para pelajar Palestina juga kesulitan mendapat tempat belajar akibat buruknya infrastruktur pendidilan.
Selain itu, siswa Palestina yang lolos tawjihi -ujian akhir SMA Palestina- sulit memndapat tempat di universitas-universitas Israel. Sementara gelar dari universitas Palestina tidak diakui Israel.

 


Editor : Ervan Hardoko
Sumber: