Jumat, 19 September 2014

News / Internasional

PASKAH

Paus Fransiskus: Jangan Kehilangan Keyakinan

Minggu, 31 Maret 2013 | 11:21 WIB

Terkait

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus, dalam misa Malam Paskah pada Sabtu (30/3) malam, menyerukan kepada umat Katolik untuk tidak kehilangan kepercayaan dan tidak menyerah. "Janganlah kita kehilangan keyakinan, jangan pernah menyerah: tidak ada situasi yang tidak bisa diubah oleh Tuhan," kata Fransiskus.

Pada Malam Paskah di Basilika Santo Petrus, Paus pertama dari luar Eropa dalam hampir 1.300 tahun sejarah Gereja itu menyapa orang-orang yang tidak beriman dan mereka yang meninggalkan gereja Katolik. Ia mengimbau mereka untuk "melangkah ke" hadapan Tuhan. "Dia (Tuhan) akan menerima Anda dengan tangan terbuka," kata Paus asal Argentina yang berusia 76 tahun itu.

Fransiskus, yang sebelumnya merupakan Uskup Agung Buenos Aires bernama Jorge Mario Bergoglio, sebelumnya menyerukan kepada Gereja Katolik Roma untuk menjadi lebih dekat dengan orang-orang biasa dan mereka yang membutuhkan. "Janganlah kita menutup hati kita," demikian ia mengimbau umat dalam misa Malam Paskah itu. Saat itu, ia juga membaptis empat orang yang menjadi Katolik.

Upacara Malam Paskah merupakan bagian dari rangkaian upacara menjelang Minggu Paskah, hari tersuci dalam kalender Kristen, yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus.

Fransiskus hari ini akan memimpin perayaan Minggu Paskah pertamanya bersama puluhan ribu umat di Lapangan Santo Petrus di Vatikan. Upacara itu akan diikuti sebuah berkat khusus "Urbi et Orbi" bagi kota Roma dan dunia yang akan dilakukan Paus dari balkon yang sama saat dia tampil untuk pertamakalinya kepada publik setelah terpilih jelang pertengahan bulan ini.

Minggu Paskah dirayakan umat kristen di seluruh dunia, sering dengan berbagai tradisi lokal seperti telur yang dicat atau kelinci Paskah. Presiden AS, Barack Obama, hari Sabtu menyampaikan ucapan Selamat Paskah dan Paskah Yahudi kepada jutaan orang Amerika. Ia mendesak mereka untuk menggunakan kesempatan ini guna merefleksikan nilai-nilai bersama bangsa itu. Obama, seorang Kristen yang taat, mengatakan dalam pidato radio dan internet mingguannya bahwa perayaan keagamaan itu merupakan sebuah kesempatan "untuk mendedikasikan kembali diri kita bagi kepentingan yang lebih besar daripada kita sendiri".

Perayaan Paskah di Vatikan didahului serangkaian upacara selama Pekan Suci, yang menggambarkan hari-hari terakhir kehidupan Kristus. Pada Kamis Putih, Fransiskus merayakan misa di sebuah penjara remaja di Roma di mana ia membasuh kaki 12 narapidana, termasuk dua anak perempuan dan dua napi bukan Katolik. Upacara pembasukan kaki itu melambangkan sebuah sikap kerendahan hati. Upacara itu dulu dilakukan Yesus terhadap terhadap 12 rasulnya. Apa yang dilakukan Fransiskus dengan membasuh kaki narapidana, termasuk terhadap narapidana perempuan dan bukan Katolik, tidak pernah ada presedennya. Para paus sebelumnya melakukan ritual itu hanya terhadap para imam atau awam Katolik.

Pada hari Jumat Agung, Fransiskus memimpin upacara obor di Colosseum di Roma, di mana dulu banyak orang Kristen diyakini menjadi martir. Di sana, ia berdoa bagi perdamaian di Timur Tengah dan mendesak dialog dengan "saudara-saudara Muslim kita".

Paus baru itu mengatakan, ia ingin "Gereja yang miskin untuk orang-orang miskin" dan telah mengadopsi gaya yang kurang formal dibandingkan dengan pendahulunya, Benediktus XVI. Ia telah mematahkan sejumlah tradisi Vatikan dalam beberapa minggu pertamanya sebagai paus.

Fransiskus, dulu Bergoglio, merupakan seorang konservatif moderat dalam doktrin Katolik, yang dikenal di Argentina karena gaya hidupnya yang rendah hati, jangkauannya ke lingkungan miskin dan advokasi sosial yang kuat selama krisis ekonomi yang menghancurkan tanah airnya itu. Namun para pengamat Vatikan mengatakan, dia belum mulai menangani masalah utama Gereja, termasuk reformasi birokrasi Vatikan yang sarat skandal. Para analis mengawasi dengan seksama penunjukkan yang akan dia lakukan terhadap posisi penting di Vatikan setelah Paskah, di tengah seruan untuk perombakan radikal.

Status bank Vatikan yang sangat kuat, Institut Karya Agama, yang sedang dalam penyelidikan di Italia karena kasus pencucian uang tetapi telah melakukan upaya dalam beberapa tahun terakhir untuk mereformasi diri, juga merupakan masalah yang mendesak. Ujian lain adalah bagaimana Fransiskus menangani skandal ribuan kasus pelecehan terhadap anak oleh para imam dalam beberapa dekade lalu yang kebanyakan ditutup-tutupi.

Pendahulunya Benediktus XVI, yang bertahta selama delapan tahun, sering dibayangi-bayangi oleh skandal itu, termasuk soal intrik yang terjadi di Vatikan, sebagaimana tersingkap dalam ratusan berkas rahasia yang bocor ke publik.

Benediktus telah mengejutkan dunia dengan mengumumkan pengunduran dirinya bulan lalu. Benediktus merupakan Paus pertama yang mengundurkan diri setelah lebih dari 700 tahun. Paus asal Jerman berusia 85 tahun mengaku, ia tidak lagi punya kekuatan fisik dan mental untuk melaksanakan tugas kepausannya


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: