Sabtu, 20 September 2014

News / Internasional

Suriah dan Iran Ancam Membalas

Jumat, 1 Februari 2013 | 07:41 WIB

BEIRUT, KOMPAS.com - Suriah dan Iran, Kamis (31/1), mengancam akan membalas serangan jet-jet tempur Israel atas sasaran di wilayah Suriah. Detail serangan itu sendiri masih simpang siur. Pemerintah Suriah mengklaim serangan tersebut ditujukan terhadap pusat riset militer di dekat Damaskus.

Sementara itu para diplomat Barat menyebut Israel mengebom satu konvoi kendaraan di wilayah Suriah di dekat perbatasan dengan Lebanon, Rabu. Konvoi kendaraan itu diduga sedang membawa rudal-rudal antipesawat terbang dan roket jarak jauh untuk kelompok Hezbollah di Lebanon.

Iran dan Rusia, sekutu dekat Suriah, mengutuk serangan Israel tersebut. Iran dan Hezbollah mengatakan, serangan itu merupakan satu ”agresi brutal”. Deputi Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian, yang dikutip kantor berita Fars, menegaskan, serangan terhadap Suriah itu akan berdampak signifikan terhadap kota Tel Aviv.

Sementara itu Rusia mengaku sangat prihatin dengan laporan serangan Israel tersebut. ”Jika informasi ini benar, kita menghadapi serangan tak terprovokasi terhadap sasaran yang terletak di wilayah negara berdaulat. Hal itu jelas merupakan pelanggaran nekat terhadap Piagam PBB dan tak bisa diterima, apa pun alasan yang dipakai untuk membenarkan aksi itu,” papar pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pihak Israel sendiri hingga Kamis tidak mengeluarkan komentar apa pun, baik mengakui maupun menolak tuduhan serangan tersebut.

Serangan itu diduga terkait dengan peringatan Israel sebelumnya terhadap Damaskus agar tidak mempersenjatai Hezbollah, musuh Israel di Lebanon.

Televisi Suriah menuding Israel telah mengebom pusat penelitian militer Jamraya, yang terletak di antara Damaskus dan daerah perbatasan. Dua orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Fasilitas di Jamraya adalah sebuah pusat penelitian ilmiah ”yang bertujuan meningkatkan level resistensi dan pembelaan diri” Suriah.

Oposisi Suriah yang tengah memerangi Presiden Bashar al-Assad menyangkal klaim pemerintah itu dengan mengatakan, para pejuang oposisilah yang menyerang situs militer Jamraya.

Pembawa senjata

Salah satu sumber di kalangan oposisi Suriah mengatakan, serangan udara Israel terjadi pada Rabu pagi, menyasar satu konvoi di dekat perbatasan. ”Serangan itu menyasar truk-truk pembawa senjata-senjata canggih dari rezim Suriah untuk Hezbollah,” kata sumber tersebut.

Informasi serupa diberikan para diplomat Barat. Diplomat itu menegaskan pernyataan beberapa diplomat lain sebelumnya yang mengatakan, barang yang diangkut boleh jadi terdiri atas rudal antipesawat dan roket jarak jauh. Beberapa sumber meragukan jika kendaraan tersebut memuat senjata kimia yang telah menjadi kecemasan Israel.

Sumber-sumber diplomatik yang dikutip kantor berita Reuters mengatakan bahwa senjata kimia itu diyakini disimpan di Jamraya.

Serangan terjadi menyusul peringatan Tel Aviv bahwa Israel siap mengambil langkah untuk mencegah penggunaan senjata kimia dan roket-roket modern oleh Suriah.

Sementara itu, angkatan bersenjata Lebanon menyatakan, aktivitas pesawat-pesawat tempur Iran di wilayah udara Lebanon memang meningkat tajam dalam sepekan terakhir. Empat pesawat Isarel dilaporkan terbang selama berjam-jam, Rabu dini hari, di atas kota Naqoura, Lebanon selatan. Sehari sebelumnya, delapan pesawat tempur melakukan hal yang sama.

Melebihi target

Dari Kuwait City, Kuwait, wartawan Kompas Khaerudin melaporkan, konferensi internasional untuk menggalang bantuan kemanusiaan bagi rakyat Suriah berhasil mengumpulkan dana melebihi target awal, yakni sebesar 1,5 miliar dollar AS. ”Hari ini kami telah melihat solidaritas global secara nyata,” ujar Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon, yang memimpin konferensi tersebut. (REUTERS/AFP/AP/CAL)

 


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: