Kamis, 24 April 2014

News / Internasional

Paus Benediktus XVI Kunjungi Lebanon

Jumat, 14 September 2012 | 12:26 WIB

Baca juga

BEIRUT, KOMPAS.com - Paus Benediktus XVI akan memulai kunjungan tiga hari ke Beirut, Lebanon, yang diharapkan dapat menekan dunia internasional untuk ikut aktif menyelesaikan krisis di Suriah.

Dijadwalkan tiba pada Jumat (14/9/2012), Paus juga kemungkinan akan membawa pesan perdamaian ke sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Libia yang tengah diguncang aksi kekerasan menyusul kehadiran film tentang Nabi Muhammad.

Kepada umat katolik yang diperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 13 juta di Lebanon dan negara-negara Timur Tengah lainnya, Paus kemungkinan akan meminta mereka bersama kelompok Islam moderat untuk memajukan ide perdamaian dan demokrasi, di tengah kekhawatiran munculnya kelompok fundamentalis.

Namun demikian, seperti dilaporkan kantor berita AFP, Paus kemungkinan pula akan menyinggung keberadaan komunitas Kristen di Timur Tengah yang jumlahnya dilaporkan terus berkurang.

Bagaimanapun, di tengah rencana kunjungan Paus ini, sambutan hangat ditunjukkan kelompok Hizbullah Lebanon.

Mereka memasang baliho yang berisi pesan dalam bahasa Arab dan Prancis: "Hizbullah mengucapkan selamat datang kepada Paus di tanah perlawanan", demikian laporan kantor berita Reuters.

Komunitas Kristen

Dalam kunjungannya ini, Paus kemungkinan menyinggung pula soal keberadaan komunitas Kristen di Timur Tengah, yang jumlahnya makin berkurang.

Seperti diketahui, mereka meninggalkan negara-negara itu karena alasan keamanan, akibat situasi politik yang tidak stabil, serta alasan mengalami diskriminasi.

Sejumlah laporan memyebutkan, kini jumlah komunitas Kristen di kawasan Timur Tengah mencapai sekitar 5 persen, jauh dibawah angka 20 persen saat mereka mendiami wilayah itu setarus tahun silam.

Sementara itu, Paus diharapkan pula untuk menyampaikan pesan perdamaian yang akan ditujukan terhadap masyarakat Suriah, yang hanya berjarak sekitar 50 km dari Beirut, Lebanon.

Konflik berdarah di Suriah, seperti diketahui, terkadang meluas sampai ke wilayah Lebanon, sehingga dikhawatirkan dapat meletupkan kembali perang sipil di Lebanon seperti yang terjadi pada masa diantara 1975 sampai 1990.

Krisis Suriah dilaporkan telah meningkatkan ketegangan antara kelompok Sunni Lebanon, yang secara umum mendukung kelompok pemberontak Suriah, sementara kelompok Syiah Lebanon mendukung rezim Assad yang didukung sekte minoritas Alawi.

 


Editor : Ervan Hardoko
Sumber: