Senin, 28 Juli 2014

News / Internasional

Penis Disuntik Silikon, Nyawa Pun Melayang

Rabu, 12 September 2012 | 12:16 WIB

NEW JERSEY, KOMPAS.com — Seorang perempuan AS menyatakan, dirinya tidak bersalah setelah menyebabkan kematian seorang pria dengan menyuntikkan silikon ke penis pria itu. Justin Street (22), nama pria yang tewas itu, berharap suntikan silikon tersebut dapat memperbesar penisnya.

Si perempuan, Kasia Rivera (35), terancam hukuman penjara 10 tahun jika terbukti telah melakukan kesembronoan dalam kematian Street. Ayah dua anak itu datang ke apertemen Rivera pada 5 Mei lalu untuk mencari tahu prosedur pembesaran penis. Para jaksa mengatakan, Rivera telah memasang iklan pembesaran penis pada brosur yang dipasang di tempat-tempat usaha lokal.

Rivera, yang melakukan prosedur itu di apartemennya dan dituduh menjalankan upaya itu tanpa lisensi atau pelatihan medis, memberikan tembakan silikon ke penis Street, kata para jaksa.

Street meninggal sehari setelah penyuntikan dilakukan. Kematiannya dinyatakan karena pembunuhan menyusul sebuah penyelidikan dan pemeriksaan forensik yang menentukan bahwa ia meninggal karena emboli silikon.

Para penyidik yakin Rivera mungkin telah melakukan sejumlah prosedur tidak sah itu di apartemen di New Jersey. Namun, para jaksa mengatakan, sebuah penyelidikan untuk mencari para saksi, dan permintaan kepada publik untuk memberi kesaksian, tidak menemukan adanya klien lain sampai saat ini.

Rivera, yang masih bebas berdasarkan uang jaminan senilai 75.000 dollar AS, melalui pengacaranya yang ditunjuk pengadilan, menolak untuk berkomentar, Selasa (11/9/2012).

Dr Daniel S Elliott, seorang profesor urologi di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, mengatakan, kasus Rivera merupakan yang pertama ia dengar tentang penyuntikan silikon ke penis. Elliott mengatakan telah menangani sejumlah kasus serupa di mana pasien telah berusaha untuk memperbesar penis mereka dengan menyuntikkan lemak atau zat lainnya. Elliot menegaskan, tak satu pun dari upaya itu yang berhasil seraya menambahkan, prosedur semacam itu tidak dibenarkan secara medis.

"Kalau ada metode yang legal untuk memperpanjang penis, Johnson & Johnson atau Pfizer pasti telah membelinya dan meraup miliaran di seluruh dunia," kata Elliott.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: