Kamis, 30 Oktober 2014

News / Internasional

AS Kerahkan Sejumlah Jet Tempur F-22 ke UAE

Selasa, 1 Mei 2012 | 15:56 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — AS telah mengerahkan sejumlah jet tempur canggih F-22 ke Uni Emirat Arab (UAE) di tengah semakin tingginya ketegangan antara Iran dan tetangganya yang pro-AS itu, kata para pejabat, Senin (30/4/2012) waktu AS.

Para pejabat AS, yang tak mau disebutkan namanya, tidak bersedia mengatakan berapa banyak jumlah jet F-22 yang akan dikirim ke pangkalan udara Al-Dhafra di UAE. Para perwira militer cenderung menghindari pembahasan secara terbuka rincian operasi di pangkalan udara Amerika Serikat.

Seorang juru bicara Angkatan Udara AS mengonfirmasi bahwa sejumlah F-22 Raptors, jet tempur paling canggih dalam armada AS, akan dikerahkan ke wilayah itu tanpa menyebutkan pangkalan itu atau Iran.

"Angkatan Udara Amerika Serikat telah menempatkan sejumlah F-22 ke Asia barat daya. Pengerahan-pengerahan itu untuk memperkuat hubungan militer dengan militer, meningkatkan kedaulatan dan dan keamanan regional, meningkatkan operasi taktis gabungan udara, dan meningkatkan kerja sama operasi pasukan, peralatan, serta prosedur," kata Mayor Mary Danner-Jones.

Juru bicara Pentagon, Kapten John Kirby, mengatakan kepada wartawan bahwa langkah itu "merupakan satu pergerakan yang sangat biasa" sesuai dengan penyesuaian pasukan AS di wilayah tersebut setelah penarikan pasukan Amerika dari Irak.

Sengketa-sengketa teritorial antara Iran dan UAE atas lebih dari tiga pulau di Teluk Persia telah berkobar baru-baru ini. Washington menyuarakan dukungan terhadap Abu Dhabi. Sengketa atas pulau-pulau di Teluk itu muncul dengan latar belakang ketegangan terkait program nuklir Iran. Amerika Serikat, Eropa, dan Israel khawatir bahwa Tehran sedang mengejar proyek senjata nuklir rahasia.

Ambisi nuklir Iran dan gudang senjata peluru kendalinya yang terus berkembang telah menimbulkan kekhawatiran di negara-negara Arab di kawasan Teluk, yang telah merundingkan perjanjian senjata dengan Washington untuk membangun pertahanan rudal sebagai tangkisan terhadap Iran.

Desember lalu, AS mengumumkan penjualan senjata senilai 3,48 miliar dollar AS kepada UAE untuk meningkatkan kekuatan pertahanan rudal dan radar.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: