Jumat, 25 April 2014

News / Internasional

Bertelanjang Dada, Aktivis Perempuan Ditahan

Senin, 5 Maret 2012 | 10:58 WIB

Baca juga

MOSKWA, KOMPAS.com — Seorang hakim pengadilan di Moskwa menjatuhkan hukuman penahanan administratif terhadap tiga aktivis gerakan Femen Ukraina karena adegan bertelanjang dada di satu tempat pemungutan suara (TPS) di Moskwa, kata juru bicara pengadilan.

Hanya beberapa menit setelah Perdana Menteri Vladimir Putin dan istrinya Lyudmila meninggalkan TPS di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia di Moskwa barat daya, tiga perempuan tanpa penutup payudara dengan kata-kata "Saya Mencuri untuk Putin" yang ditulis di dada mereka menerobos masuk ke tempat pemungutan suara sambil meneriakkan slogan antipemerintah.

Mereka langsung ditahan polisi. Para perempuan itu mengatakan kepada wartawan bahwa mereka adalah aktivis kelompok Femen Ukraina, yang memiliki sejarah pementasan protes telanjang dada secara dramatis. "Tiga warga negara Ukraina ditemukan 'bersalah karena hooliganisme kecil'," kata juru bicara pengadilan.

Para perempuan itu dijatuhi hukuman lima, 10, dan 12 hari penahanan administratif.

Vladimir Putin telah mengumumkan kemenangannya dalam pemilihan presiden Rusia dan kembali memimpin negeri itu untuk masa jabatan ketiga setelah menghabiskan empat tahun terakhir sebagai perdana menteri. Hasil penghitungan awal setelah warga Rusia memberikan suaranya pada Minggu (4/3/2012) menunjukkan bahwa mantan Direktur KGB itu telah meraup 64 persen suara.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: