Minggu, 20 April 2014

News / Internasional

PBB: Seratus Orang Tewas Per Hari di Suriah

Rabu, 29 Februari 2012 | 09:34 WIB

Baca juga

PBB menyatakan jumlah korban tewas akibat krisis di Suriah mencapai angka 7.500 sejak pasukan keamanan melancarkan serangan kepada para pembangkang Maret silam. Wakil Sekjen urusan politik Lynn Pascoe mengatakan, ada ''laporan yang kredibel'' atas hitungan angka tersebut dan sering mencapai 100 korban sipil per hari.

Pasukan keamanan Suriah menyerang kawasan permukiman di Homs dan daerah lainnya, Selasa (28/2/2012), dan menewaskan sejumlah orang, demikian laporan terbaru pegiat hak asasi manusia.

Perkiraan angka korban tewas di Suriah dikeluarkan saat pertemuan Dewan Keamanan PBB. "Ada laporan yang dapat dipercaya bahwa korban tewas melebihi 100 orang sipil per hari, termasuk banyak wanita dan anak,'' kata Lynn Pascoe.

"Jumlah total yang tewas sejauh ini lebih dari 7.500 orang.''

Sementara Pemerintah Suriah menyatakan, setidaknya 1.345 anggota keamanan mereka tewas saat berperang melawan—apa yang mereka sebut—''preman dan teroris bersenjata'', dengan menyebut 2.493 warga sipil yang tewas.

Kejahatan kemanusiaan

Di Washington, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan bahwa Presiden Bashar al-Assad sesuai dengan definisi sebagai seorang penjahat perang.

Dalam sebuah pertemuan darurat Dewan HAM PBB, UNHRC di Jenewa, komisioner Navi Pillay mengatakan, kebengisan telah dilakukan terhadap warga sipil Suriah.

UNHRC membahas sebuah laporan rahasia yang disampaikan ahli PBB bahwa ada daftar pejabat militer Suriah dan pemerintahan yang bisa diselidiki atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menteri Luar Negeri Perancis Alain Juppe mendesak 47 negara anggota UNHRC bersiap untuk mengajukan tuntutan atas Suriah ke Mahkamah Internasional di Den Haag.

Sementara itu, seorang wartawan Inggris yang terluka pekan lalu di Homs dilaporkan telah berhasil dikeluarkan untuk penyelamatan.

Fotografer Sunday Times, Paul Conroy, dilaporkan dalam keadaan selamat dan baik di Lebanon, tetapi keberadaan wartawan Perancis, Edith Bouvier, yang mengalami patah kaki dan dua rekannya masih belum diketahui.

Empat wartawan tersebut meninggalkan Homs bersama-sama, tetapi iring-iringan mereka ditembaki dan mereka terpisah, kata kelompok Avaaz, selaku kordinator upaya penyelamatan.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menarik pernyataan sebelumnya yang mengatakan bahwa Bouvier telah sampai dengan selamat di Lebanon.


Editor : Kistyarini
Sumber: