Kamis, 27 November 2014

News / Internasional

Lucy Lawless Ditangkap Polisi

Selasa, 28 Februari 2012 | 01:27 WIB

WELLINGTON, KOMPAS.com -- Polisi menangkap aktris Lucy Lawless (43) dan lima aktivis Greenpeace lainnya, Senin (27/2/2012), empat hari setelah mereka memanjat menara sebuah kapal pengeboran minyak. Aksi tersebut untuk mencegah kapal Noble Discoverer tersebut meninggalkan dermaga Selandia Baru.

Polisi menurunkan para pengunjuk rasa dari menara setinggi 53 meter di atas kapal yang berlabuh di Pelabuhan Taranaki. Kapal yang disewa oleh perusahaan minyak Shell itu sedianya meninggalkan pelabuhan akhir pekan lalu untuk mengebor lima sumur eksplorasi di Arktik.

Lawless dan enam aktivis lainnya naik ke menara pada Jumat (24/2/2012) pagi, demi meningkatkan penyadaran tentang pengeboran minyak yang merusak di Arktik.

Salah satu aktivis telah turun dari menara pada Sabtu (25/2/2012) dan menghadapi tuduhan naik ke kapal secara ilegal. Ketujuh aktivis kini menghadapi tuduhan kejahatan serius, perampokan. Mereka akan dihadapkan di pengadilan Selandia Baru, Kamis (1/3/2012).

Lawless, yang warga New Zealand, terkenal melalui perannya sebagai Xena dalam serial televisi Xena: Warrior Princess, dan serial televisi kabel Starz, Spartacus.

Kepada kantor berita Associated Press, Jumat pekan lalu, Lawless mengatakan, sulit buat mereka untuk bertahan lama di atas menara karena hembusan angin yang cukup kencang.

Ia menyatakan harus mengambil sikap terhadap pengeboran minyak di Kutub Utara dan melawan pemanasan global. "Aku punya tiga anak. Aku harus memastikan bahwa mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dan itu tidak mungkin terjadi dalam lingkungan yang tercemar dan makin rusak," katanya. "Kita harus bertindak selagi masih mampu".

Pimpinan Shell Selandia Baru, Rob Jager mengatakan, aksi protes tersebut sangat berbahaya. Ia senang karena aksi itu telah berakhir. Namun demikian, ia manyatakan tetap kecewa karena Greenpeace mengabaikan tawaran perusahaan untuk duduk bersama membahas masalah tersebut.

Juru bicara Shell, Shona Geary mengatakan, Noble Discoverer akan meninggalkan pelabuhan dalam beberapa hari.

Menurut Direktur Eksekutif Greenpeace Selandia Baru, Bunny McDiarmid, aksi protes itu telah berakhir dengan baik. "Lebih dari 100.000 orang akan mengirim pesan kepada Shell menentang rencana eksplorasi di Arktik," ungkapnya.


Editor : Nasru Alam Aziz
Sumber: