Kamis, 21 Agustus 2014

News / Internasional

Putri Mahkota Kerajaan Swedia Melahirkan Bayi Perempuan

Kamis, 23 Februari 2012 | 22:28 WIB

STOCKHOLM, KOMPAS.com — Putri mahkota Swedia, Putri Victoria, Kamis (23/2/2012), melahirkan bayi perempuan. Bayi yang berada di level kedua penerus takhta Kerajaan Swedia ini diyakini akan semakin mendorong popularitas kehidupan keluarga Kerajaan Swedia menyusul sejumlah skandal yang memperburuk reputasi mereka.

"Pagi ini pukul 04.26 dini hari waktu setempat (pukul 10.26 WIB), bayi panjang 51 sentimeter dan berat 3,28 kilogram, putri cilik yang manis lahir," demikian Pangeran Daniel, ayah sang bocah perempuan ini, dalam jumpa pers di Rumah Sakit Karolinska, Stockholm, sebagaimana dilaporkan kantor berita AP, Kamis (23/2/2012).

"Perasaan kami sungguh senang," ujarnya. Pangeran Daniel menambahkan, keadaan sang ibu dan bayinya baik adanya. Pasangan Pangeran Daniel dan Putri Victoria datang ke rumah sakit sekitar pukul 01.00 dini hari.

Dua kali tembakan salvo sebanyak 21 kali terdengar dari Pulau Skeppsholmen yang berada bersebelahan dengan Istana Kerajaan di Stockholm terdengar pada siang hari. Dua kali tembakan salvo 21 kali ini menandakan kelahiran dari seorang penerus takhta kerajaan. Tembakan lainnya juga berlangsung di beberapa lokasi di seluruh negeri Skandinavia itu pada hari Jumat ini.

Putri Victoria (34) dan Pangeran Daniel (38) menikah ibarat kisah perkawinan dongeng pada 19 Juni 2010. Vitcoria adalah dari rakyat kebanyakan. Dia adalah pelatih pribadi dan pemilik dari gim tempat Pangeran Daniel selalu menjaga kebugarannya.

Putri mungil Pasangan Pangeran Daniel dan Putri Victoria ini merupakan cucu pertama dari Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia. Putri mahkota merupakan garis pertama penerus mahkota dan suatu waktu akan menjadi Ratu Swedia yang ketiga, menjadi sangat populer di Swedia. Semua ini karena sikapnya yang bersahaja, selalu menyapa masyarakat banyak, dan profesionalisme dalam peran-perannya.

Putri Victoria suka tampil alamiah, acap kali tampil dengan pakaian santai seperti mengenakan celana jins atau pakaian olahraga. Dengan rambut pirangnya yang panjang dan poni membuat Putri Victoria diterima dan diciintai banyak masyarakat Swedia.

Sejumlah survei beberapa tahun ini menunjukkan, mayoritas warga Swedia mendukungnya untuk menggantikan Raja Carl XVI Gustav sebagai kepala negara. Keluarga Kerajaan Swedia belakangan ini menurun reputasinya karena sejumlah skandal cinta. Kehadiran putrinya akan semakin memperbaiki reputasi kerajaan.

Raja Carl XVI Gustav menjadi berita utama pada November 2010 ketika dalam sebuah biografi tak resminya menuduh sang raja punya affair dengan penyanyi pop Swedia, Camilla Henemark. Tuduhan ini tidak pernah dibantah oleh raja. Juga dilaporkan, Raja Carl sering mengunjungi kelab malam dan kadang melakukan kontak tidak langsung dengan organisasi kriminal.

Nama bayi perempuan penerus takhta Kerajaan Swedia itu akan diumumkan pada hari Jumat ini, saat kehadirannya disampaikan kepada perdana menteri, ketua parlemen, dan pejabat lainnya pada sebuah acara resmi di Istana Haga, tempat tinggal Pangeran Daniel dan Putri Victoria di pinggiran Stockholm.

Media massa berspekulasi, sang bayi perempuan ini bakal bernama Christina. Lainnya menyebutkan Desiree, Ulrika, Astrid, Margarita, atau Sophia. Semua nama ini pernah digunakan keluarga kerajaan di masa lalu. Nama Alice juga muncul. Nama ini milik nenek Putri Victoria.


Penulis: Pieter P Gero
Editor : Robert Adhi Ksp
Sumber: