Kamis, 27 November 2014

News / Internasional

Misi Kemanusiaan

Tahanan Disiksa, MSF Hentikan Operasi di Misrata

Jumat, 27 Januari 2012 | 09:56 WIB

TRIPOLI, KOMPAS.com - Organisasi kemanusiaan Medecins Sans Frontieres (MSF) menghentikan sementara operasinya di pusat-pusat tahanan di kota Misrata, Libya, setelah terjadi peningkatan kasus penyiksaan berulang kepada para tahanan.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas, Kamis (26/1/2012), MSF menyatakan, para dokternya di lapangan terus mendapat pasien yang menderita luka-luka akibat penyiksaan saat diinterogasi. Secara keseluruhan, MSF telah merawat 115 pasien dengan luka-luka yang diduga disebabkan berbagai metode penyiksaan.

Siaran pers MSF tersebut tidak menyebut detail luka-luka yang diderita para pasien di pusat-pusat tahanan ini. Organisasi itu hanya menyatakan, sejak Januari ini, sebagian pasien yang dibawa kembali ke lokasi interogasi di luar tempat penahanan, pulang dalam keadaan menderita luka-luka serupa.

"Beberapa pejabat berusaha mengeksploitasi dan menghalangi pekerjaan medis MSF. Para pasien dikirim ke kami di tengah-tengah sesi interogasi untuk mendapat perawatan, agar mereka segar kembali untuk interogasi selanjutnya. Ini tak bisa diterima. Tugas kami adalah menyediakan perawatan medis bagi para korban perang dan tahanan yang sakit, bukan untuk berulang-ulang merawat pasien yang sama di antara beberapa sesi penyiksaan," tandas Direktur Utama MSF Christopher Stokes.*

Tim medis MSF bahkan kadang-kadang diminta merawat pasien yang mengalami luka di lokasi interogasi, yang langsung ditolak oleh organisasi kemanusiaan tersebut.

Kasus terakhir terjadi 3 Januari, saat pusat perawatan MSF menerima 14 pasien yang baru dipulangkan dari pusat interogasi. Sembilan di antara mereka menderita luka-luka penyiksaan. MSF kemudian meminta Dinas Keamanan Tentara Nasional, yang bertanggung jawab melakukan interogasi, agar mengirim mereka ke rumah sakit karena lukanya yang terlalu spesifik.

Namun, tentara hanya mengabulkan permohonan itu untuk seorang tahanan, sementara sisanya malah dibawa kembali ke pusat interogasi.

MSF telah melaporkan masalah ini kepada Dewan Militer Misrata, Komite Keamanan Misrata, Dewan Sipil Lokal, dan pihak tentara, tetapi tidak ada tindakan apa pun. "Alih-alih, kami justru menerima empat kasus penyiksaan lain. Oleh sebab itu, kami akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara operasi kami di pusat-pusat tahanan tersebut," tutur Stokes.

Misrata adalah lokasi pertempuran paling besar antara tentara pemerintah yang loyal kepada pemimpin Libya waktu itu, Moammar Khadafy, dengan pasukan pemberontak. MSF mulai beroperasi di kota ini pada April 2011, dan mulai membuka pusat layanan kesehatan di tempat-tempat tahanan mulai Agustus 2011.


Penulis: Dahono Fitrianto
Editor : Robert Adhi Ksp