Jumat, 28 November 2014

News / Internasional

PM Australia Rombak Kabinet

Senin, 12 Desember 2011 | 13:46 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com — Perdana Menteri Australia Julia Gillard, Senin (12/12/2011), merombak kabinet untuk memberikan "darah segar" di tengah merosotnya dukungan kepada pemerintah.

Gillard masih mempertahankan Menteri Luar Negeri Kevin Rudd dan Menteri Pertahanan Stephen Smith dalam posisi mereka saat ini. Keduanya termasuk tokoh penting dalam kabinet Gillard.

Namun, dia mempromosikan Bill Shorten sebagai menteri ketenagakerjaan dan Mark Arbib sebagai menteri keuangan. Baik Shorten maupun Arbib berjasa membantunya "menyingkirkan" Rudd dalam kudeta Partai Buruh pada pertengahan tahun 2010.

Gillard membantah "memberi penghargaan" kepada pendukungnya dan mengatakan, "siapa pun yang berpendapat seperti itu tidak mampu berpikir logis".

PM Gillard mengatakan, perubahan itu dirancang untuk membantu mengamankan pekerjaan di waktu terjadi "perubahan ekonomi yang mendalam" dan untuk membantu menyebarkan keuntungan Australia yang mengalami booming pertambangan.

"Saya percaya itu gabungan hak pengalaman dan darah baru," katanya.
Partai Buruh telah mengalami masa-masa bergolak sejak Gillard memenangi secara tipis pemilu pada Agustus 2010. Hasil jajak pendapat yang dirilis Sydney Morning Herald, Senin, menunjukkan dukungan untuk pemerintah  merosot pada angka 29 persen.

Gillard, perempuan pertama pemimpin Australia, juga menunjuk perempuan pertama jaksa agung Nicola Roxon, sementara Tanya Plibersek mengambil alih jabatan Roxon sebagai menteri kesehatan. Tim baru ini diharapkan akan dilantik pada Rabu.


Editor : Kistyarini
Sumber: