Kamis, 18 September 2014

News / Megapolitan

Tentang Perkosaan, Unjuk Rasa Pakai Rok Mini

Minggu, 18 September 2011 | 14:20 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah aktivis perempuan dari sejumlah daerah berencana menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (18/9/2011) sore. Mereka mengecam maraknya aksi perkosaan yang dialami kaum hawa, terutama di Jakarta.

"Aksi ini untuk mengecam maraknya kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dialami kaum perempuan selama ini, terutama di Jakarta," kata juru bicara aksi, Dhyta Caturani, saat ditemui Tribunnews.com, Minggu (18/9/2011).

Dhyta mengatakan, mayoritas peserta aksi kali ini akan mengenakan kostum rok mini dan celana pendek hot pants. Ini dilakukan sebagai bentuk protes bahwa pemerkosaan tidak selalu disebabkan oleh pakaian yang dikenakan wanita.

"Hal ini dilakukan untuk menyadarkan semua pihak bahwa tragedi perkosaan bukan karena faktor pakaian perempuan, tetapi lebih karena niat dari pelaku," ujarnya dengan tegas.

Tidak hanya itu, Dhyta juga menilai, banyak orang yang menyalahkan korban perkosaan karena pakai rok mini, termasuk Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. "Padahal, yang pakai jilbab juga banyak yang menjadi korban perkosaan. Jadi, perkosaan itu bukan faktor pakaian korban," kata Dhyta.

Dhyta Caturani menambahkan, aksi yang akan digelar nanti bukan hanya untuk menyoroti pernyataan Fauzi Bowo yang lebih menyalahkan perempuan, melainkan juga lebih kepada keprihatinan para kaum hawa. Mereka berharap aksi perkosaan dan penindasan terahadap perempuan tidak terulang.

“Banyak yang menjadi korban perkosaan di rumah dan pelakunya kadang dari pihak keluarga. Ini sangat memprihatinkan. Jadi, jangan lagi salahkan korban dalam kasus perkosaan,” katanya.

Perlu diketahui, beberapa hari lalu Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, sempat melontarkan pesan kepada masyarakat Jakarta, khususnya para perempuan, agar tidak mengenakan rok mini saat menggunakan jasa angkutan umum. Hal ini dilakukan untuk mencegah aksi perkosaan seperti yang dialami oleh korban pemerkosaan yang marak terjadi di tahun ini.


Editor : Laksono Hari W
Sumber: