Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Internasional

Demi Embargo, Turki Kirim 5 Kapal Perang

Kamis, 24 Maret 2011 | 05:05 WIB

Terkait

BRUSSELS, KOMPAS.com — Turki menawarkan satu kapal selam dan lima kapal perang demi menjalankan misi NATO di lepas pantai Libya untuk melaksanakan embargo senjata PBB terhadap rezim Moammar Khadafy.

NATO telah menerima tawaran dari enam negara sebanyak 16 kapal untuk mencegah senjata mencapai tangan pasukan Moammar Khadafy, kata Jenderal Kanada Pierre St-Amand, saat konferensi pers di Brussels, Belgia.

Turki setuju menyumbang satu kapal selam, empat kapal perang, dan satu kapal pembantu, kata St-Amand memerinci.

Ankara mengkritik serangan Barat terhadap rezim Moammar Khadafy dan menyampaikan keberatan NATO mengambil bagian dalam penerapan zona larangan terbang, tapi negara itu mendukung pelaksanaan embargo senjata.

Sumbangan untuk embargo senjata termasuk satu kapal komando dan kontrol dari Italia, 10 kapal perang (empat dari Turki dan masing-masing satu dari Kanada, Spanyol, Inggris, Yunani, Italia dan Amerika Serikat).

Italia, Spanyol, dan Turki masing-masing mengajukan satu kapal selam, sementara Roma dan Ankara juga menyumbang masing-masing satu kapal pembantu.

NATO juga akan menggunakan pesawat pengawasan maritim dan jet jumbo pengamatan radar untuk menjaga lautan itu. Operasi itu akan berakhir di pangkalan angkatan laut NATO di Naples, Italia.

NATO memiliki data intelijen yang memberi kesan rezim Khadafy  terus berupaya mendapatkan jalan untuk membawa senjata ke negara itu, bahkan melalui laut.

"Ada cukup banyak data intelijen pada kami untuk mengetahui bahwa embargo senjata ini merupakan aspek penting untuk mengadakan tekanan pada rezim itu."


Editor : yuli
Sumber: