KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Pemimpin Taliban Tolak Tawaran Berunding Karzai
Kamis, 26 November 2009 | 00:34 WIB
AFP/SHAH MARAI
Presiden Afganistan Hamid Karzai (kedua dari kiri) melewati pasukan kehormatan, saat ia tiba untuk diambil sumpahnya sebagai presiden di Istana Kepresidenan di Kabul, Kamis (19/11). Ini adalah masa jabatan kedua Karzai.
TERKAIT:

KABUL, KOMPAS.com - Pemimpin Taliban Afghanistan Mullah Mohammad Omar hari Rabu menolak tawaran Presiden Hamid Karzai bagi perundingan perdamaian.

"Rakyat Afganistan tidak akan menyetujui perundingan yang memperpanjang dan melegitimasi kehadiran militer pelaku invasi di negara tercinta kami. Afganistan adalah rumah kami," kata Omar, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Taliban.

Pemimpin milisi muslim garis keras itu menuduh kekuatan asing mengupayakan negosiasi untuk "memperpanjang proses jahat mereka dalam kolonisasi dan pendudukan". "Musuh yang licik ingin menyerang tempat ramai penduduk seperti masjid dan tempat-tempat lain untuk memfitnah Mujahidin," kata Omar.

Pemimpin Taliban bermata satu itu mendesak para pejuangnya agar mengawasi kegiatan lawan mereka dan menghindari sepenuhnya kegiatan serupa. "Kesejahteraan dan kemakmuran rakyat harus menjadi prioritas kalian," katanya.

AS dan Inggris, yang pasukannya paling banyak di Afganistan, sebenarnya juga membuka pintu bagi perundingan dengan militan yang mereka sebut "Taliban moderat", atau mereka yang tidak memiliki kaitan dengan Al-Qaeda.
       
Omar adalah pendiri Taliban dan seringkali dianggap sebagai "panglima tertinggi" atau pemimpin spiritual. Banyak analis dan diplomat meyakini bahwa ia bersembunyi di Pakistan, namun Islamabad membantah hal itu.

Pernyataan umum terakhir Omar disampaikan pada September bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, dan saat itu ia juga menolak seruan Karzai agar Taliban datang ke meja perundingan dan menyebut-nyebut "jatuhnya korban besar dan moral yang runtuh" di pihak pasukan asing.

Presiden AS Barack Obama akan segera memutuskan dalam waktu dekat ini apakah akan mengirim sekitar 40.000 prajurit tambahan, di mana menurut panglima militernya di Afganistan, Jendral Stanley McChrystal, diperlukan jika tidak ingin kalah dalam perang di negara itu.

Seperti dikabarkan sebelumnya, terdapat lebih dari 100.000 prajurit internasional, terutama dari AS, Inggris dan Kanada, yang ditempatkan di Afganistan untuk membantu pemerintah Presiden Hamid Karzai mengatasi pemberontakan yang dikobarkan sisa-sisa Taliban.

Penulis: TOF   |   Editor: tof   |   Sumber : ANT,AFP Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.