Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/05/2013, 16:48 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan penghentian pembangunan permukiman Yahudi di kawasan Tepi Barat . Menurut warta Radio Angkatan Bersenjata Israel pada Selasa (7/5/2013), perintah itu keluar dari mulut Netanyahu sebelum yang bersangkutan bertolak ke China untuk kunjungan resmi kenegaraan.

Netanyahu sendiri yang memberikan perintah kepada pejabat terkait, Menteri Perumahan Israel Uri Ariel. Publik mafhum, Ariel yang berasal dari Partai Rumah Yahudi adalah salah satu pemain penting dalam kebijakan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah pendudukan sejak sepuluh tahun silam.

Rupanya, kebijakan Netanyahu ini menjadi sandungan partai nasionalis tersebut. Soalnya, penghentian pembangunan permukiman sama artinya dengan susutnya dukungan anggaran periode 2013-2014.

Pada sisi lain, pembicaraan damai Israel dan Otoritas Palestina juga tertunda sejak 2010. Pemicunya, Israel bersikukuh melanjutkan pembangunan permukiman Yahudi tersebut.

Sementara, bersamaan dengan penerimaan Otoritas Palestina  sebagai negara pengamat nonanggota oleh PBB pada November 2012, Netanyahu justru mempercepat pembangunan ribuan rumah di Tepi Barat agar selaras dengan pembangunan di kawasan E1 di Jerusalem Timur.

Bukan kali pertama

Kalau ditelusuri, kebijakan penghentian pembangunan di Tepi Barat oleh Netanyahu itu sejatinya bukan kali pertama. Saat berbicara di Universitas Bar Ilan pada Juni 2009, Netanyahu mendorong solusi dua negara dengan kebijakan demiliterisasi sisi Palestina sepanjang wilayah Israel. Kedua, ia juga memerintahkan penghentian pembangunan permukiman Yahudi selama 10 bulan.

Penghentian pembangunan terbaru ini diduga berangkat dari tekanan Amerika Serikat (AS). Pemerintahan Presiden Barack Obama sudah mendesak Israel dan Otoritas Palestina segera memulai kembali pembicaraan damai.

Senin kemarin, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan kalau Menteri Luar Negeri John Kerry bakal melakukan pertemuan di Roma pada Rabu (8/5/2013) dengan Menteri Kehakiman Israel Tzipi Livni yang juga ketua tim perunding Israel dengan pihak Palestina. Pertemuan kedua tokoh ini adalah kali kedua selama seminggu.

Kerry menghelat pertemuan dengan Livni pada Jumat (3/5/2013) di Washington. Kala itu, mereka mendiskusikan peluncuran kembali proposal Liga Arab edisi 2002. Di dalam proposal itu, termaktub inisiatif perjanjian solusi dua negara.

Presiden Obama dan Menlu John Kerry bertandang ke Israel pada Maret lalu. Sementara, Kerry kembali datang ke Israel untuk kunjungan kedua pada April silam.

Sementara, PM Netanyahu, pada Kamis (2/5/2013) pernah mengatakan dirinya mendukung referendum persetujuan perdamaian di masa mendatang. Dukungan ini bakal menjadi upaya pelengkap untuk mencapai perjanjian final kedua belah pihak.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.