Pervez Musharraf Jalani Tahanan Rumah

Kompas.com - 19/04/2013, 15:08 WIB
EditorErvan Hardoko

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Sebuah pengadilan Pakistan, Jumat (19/4/2013), menjadikan mantan pemimpin militer Pakistan, Pervez Musharraf sebagai tahanan rumah di rumah mewahnya di luar kota Islamabad.

Sebelumnya Pengadilan Tinggi Islamabad, memerintahkan penahanan Musharraf terkait kasus pemecatan sejumlah hakim senior di masa pemerintahannya.

Perintah penangkapan itu menjadi pukulan telak terbaru bagi pensiunan jenderal yang kembali dari empat tahun masa pengasingannya untuk bertarung dalam pemilihan umum 11 Mei mendatang.

Kini pria 69 tahun itu secara resmi menjalani status tahanan rumah di kediaman mewahnya di luar kota Islamabad. Dari kediamannya Musharraf menggunakan akun Facebooknya untuk menyampaikan rencananya melawan tuduhan terhadap dirinya.

"Tuduhan ini sangat sarat muatan politik dan saya akan melawannya di pengadilan, di mana kebenaran akan terungkap," kata Musharraf.

Dalam sebuah siaran langsung televisi, Musharraf terlihat mengenakan pakaian tradisional shalwar khamiz dilengkapi ikat pinggang dan dikelilingi polisi serta anggota paramiliter.

"Pengadilan memerintahkan Jenderal Musharraf dikembalikan ke tahanan selama dua hari dan selama itu dia harus tinggal di kediamannya," kata seorang juru bicara partai Liga Muslim Seluruh Pakistan (APML) pimpinan Musharraf.

Seorang pejabat di pengadilan tinggi Islamabad membenarkan perintah penahanan yang diterbitkan terkait kasus pemecatan hakim saat Musharraf memberlakukan pemerintahan darurat pada November 2007, sebuah langkah yang berujung runtuhnya kekuasaan sang jenderal.

Juru bicara APML Muhammad Amjal membantah pemberitaan media yang menyebut Musharraf telah ditahan sebelum diadili dan diperintahkan untuk menghadiri sidang anti-terorisme di Rawalpindi.

Sejumlah pengamat politik Pakistan, penahanan ini membuat karier politik Musharraf secara praktis berakhir. Apalagi sebelumnya, pengadilan sudah mendiskualifikasi Musharraf dari pemilu.

Musharraf juga menghadapi tuduhan konspirasi pembunuhan pemimpin oposisi Benazir Bhutto pada 2007 dan kematian seorang pemimpin pemberontak pada 2006.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X