Chad Klaim Tewaskan Belmokhtar

Kompas.com - 04/03/2013, 02:31 WIB
Editor

N’Djamena, Minggu - Pemerintah Chad, Sabtu (2/3), mengklaim bahwa pasukannya di Mali utara menewaskan Mokhtar Belmokhtar, tokoh di balik serangan ladang gas di Aljazair yang menewaskan 37 pekerja asing. Sehari sebelumnya, Presiden Chad Idriss Deby Itno mengatakan, pasukan Chad juga menewaskan Abdelhamin Abou Zeid, tokoh kunci jaringan Al Qaeda di Afrika Utara (AQIM).

Klaim Pemerintah Chad ini muncul di tengah pertempuran yang berkobar di Gao, Mali. Pihak militer Mali mengatakan, 50 pemberontak tewas dalam pertempuran sejak Jumat. Satu tentara Perancis juga tewas, korban ketiga sejak pasukan Perancis dikerahkan membantu pasukan Mali pada 11 Januari untuk membebaskan Mali utara dari kelompok separatis.

Belum ada konfirmasi tewasnya Belmokhtar dari pemerintah negara lain atau kelompok separatis. ”Jika informasi ini dikonfirmasi, ini hasil yang sangat penting karena kedua orang itu adalah motor Al Qaeda di wilayah Sahel (selatan Sahara)” kata Anne Giudicelli, peneliti kelompok militan.

Militer Chad yang bertugas memburu anggota AQIM di Mali utara mengatakan, Belmokhtar (40) tewas dalam operasi militer di Pegunungan Ifoghas, Sabtu. Veteran perang Afghanistan asal Aljazair itu memisahkan diri dari AQIM pada Desember lalu dan membentuk kelompok Tanda Tangan Darah. Sebelumnya, Belmokhtar beberapa kali terlihat di Timbuktu dan Gao sejak Ansar Dine, sekutu AQIM, menduduki Mali utara pada April 2012.

Beberapa hari setelah Perancis mengirim pasukan ke Mali, Belmokhtar dan kelompoknya menyerang ladang gas In Amenas di Aljazair selatan. Serangan ke ladang gas yang dioperasikan bersama oleh Inggris, Amerika Serikat, dan Norwegia itu berakhir dengan banjir darah setelah serbuan pasukan khusus Aljazair. Sebanyak 38 orang tewas, termasuk 37 pekerja asing.

Laporan tewasnya Abou Zeid dan Belmokhtar ini menimbulkan kekhawatiran akan nasib sandera warga Perancis. Hal itu yang diduga membuat Perancis tidak segera mengonfirmasi tewasnya Belmokhtar.

Setidaknya 15 warga negara Perancis disandera di Afrika, termasuk tujuh orang yang diculik beberapa pekan lalu di wilayah Sahel. (AFP/Reuters/was)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.