Kompas.com - 02/03/2013, 11:59 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Polisi di kota Tavua, Fiji, mengamankan seorang imam Katolik Nemesio Kolikoli di dalam bui demi alasan keselamatan. Menurut warta Fiji Times pada Sabtu (2/3/2013), pastor berusia 51 tahun itu diduga melakukan pemerkosaan dan perundungan. "Pastor Kolikoli kami amankan dan tidak diperkenankan kembali ke paroki tempat dia melakukan pelayanan gereja," kata pihak Pengadilan Tinggi Tavua.

Tuduhan pelanggaran tindak seksual itu sampai ke meja pengadilan pada 24 Februari 2013. Seorang warga berusia 21 tahun yang tidak disebutkan nama dan jenis kelaminnya yang mengadukan persoalan tersebut kepada pihak berwajib Tavua. Sementara, Jumat, pengadilan memberikan informasi lima korban juga mengadukan perilaku Kolikoli ke pihak berwajib.

Pada bagian lain, Uskup Agung Suva Peter Loy Chong mengatakan keprihatinannya terhadap kasus dugaan perundungan yang melibatkan pastor yang bekerja di wilayah keuskupannya itu. Uskup Agung mengatakan, gereja Katolik akan memberikan kesempatan kepada hukum di Fiji untuk menuntaskan masalah tersebut. "Saya menekankan kasus perundungan yang melibatkan pastor tidak akan diampuni," katanya.
 

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X