Lagi, Hakim Agung Anulir Hukuman Mati

Kompas.com - 12/10/2012, 02:53 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Hakim Mahkamah Agung kembali menganulir hukuman mati terpidana narkoba, yang kali ini atas nama terpidana Deni Setia Maharwa alias Rapi Mohammed Majid. Sebelumnya, hakim MA menganulir hukuman mati terhadap pemilik pabrik ekstasi di Surabaya, Jawa Timur, Hanky Gunawan, dan Hillary K Chimezie, warga Nigeria yang memiliki 5,8 kilogram heroin.

Ketiga pembatalan putusan hukuman mati tersebut diambil dalam sidang peninjauan kembali. Putusan atas Hanky dan Hillary dilakukan Ketua Muda Militer Mahkamah Agung Imron Anwari.

Juru bicara MA yang juga Ketua Muda Pidana Khusus MA Djoko Sarwoko, Kamis (11/10), berjanji hari ini akan menjelaskan pembatalan putusan hukuman mati atas terpidana Deni, termasuk hakim agung yang memutus perkara tersebut.

Anulir hukuman mati atas Hanky dan Hillary disorot tajam sejumlah kalangan. Hal ini terutama karena hukuman mati atas Hanky diubah menjadi hukuman 15 tahun penjara.

Djoko mengatakan, Imron siap menjelaskan seluruh putusan-putusannya kepada tim MA, termasuk pertimbangan hukum yang digunakan ketika memutus perkara tersebut. Permintaan itu disampaikan Imron kepada Ketua MA Hatta Ali, Kamis.

Djoko mengungkapkan, Ketua MA akan segera membentuk tim pemeriksa yang akan diketuai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Abdul Kadir Mappong. Pemeriksaan akan dilakukan dalam ranah teknis yudisial sehingga MA tidak melibatkan pihak lain (Komisi Yudisial). (ana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.