Perancis Akan Tutup Kedutaan di 20 Negara

Kompas.com - 20/09/2012, 08:23 WIB
EditorEgidius Patnistik

PARIS, KOMPAS.com - Perancis menyatakan akan menutup sementara kedutaan, konsulat, pusat kebudayaan dan sekolahnya di sekitar 20 negara pada Jumat (21/09) besok setelah majalah Perancis menerbitkan karikatur Nabi Muhammad yang dianggap dapat semakin menimbulkan ketegangan setelah sembayang Jumat.

Penutupan sementara tersebut dilakukan sebagai langkah jaga-jaga. Khusus untuk Tunisia, pemerintah Perancis memerintahkan Kedutaan Besar dan sekolah Perancis ditutup mulai hari ini (19/09). Selain Kedutaan Besar Perancis di Tunisia, belum jelas kedutaan-kedutaan lain yang akan ditutup.

Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius mengatakan ia khawatir akan 20 karikatur yang diterbitkan di majalah satiris Charlie Hebdo. Karikatur itu mengolok-olok protes berbau kekerasan baru-baru ini untuk menentang Amerika Serikat yang dipicu oleh film yang dianggap menghina Nabi Muhammad dan dibuat di Amerika.

Laurent Fabius khawatir penerbitan karikatur ini akan semakin memperluas protes film anti-Islam yang terjadi sejak pekan lalu. Fabius mengatakan langkah pengamanan diterapkan di Konsulat dan Kedutaan Besar Perancis di seluruh dunia.

"Jelas saya telah memberikan instruksi sehingga langkah-langkah pengamanan khusus diambil di semua negara yang berisiko timbul masalah dan bahwa semua warga negara kita harus berhati-hati," kata Menlu Perancis.

Kementerian Luar Negeri juga menerbitkan peringatan perjalanan kepada warga Perancis di negara-negara Muslim untuk "sangat waspada", menghindari kerumunan massa dan menghindari tempat-tempat yang mewakili Barat atau tempat ibadah.

Pembelaan

Peringatan perjalanan tersebut berlaku bagi warga Perancis yang berada antarai lain di Afganistan, Arab Saudi, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Pakistan, Irak, Libya, dan Yaman.

Perdana Menteri Perancis Jean-Marc Ayrault mengatakan kebebasan berbicara memang dijamin di Perancis, tetapi harus digunakan dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu Stephane Charbonnier, redaktur majalah Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, membela keputusannya untuk menerbitkan kartun-kartun nabi. "Kalau kita mulai mengatakan bahwa kita tidak bisa menerbitkan kartun-kartun ini karena ada risiko seseorang akan kaget maka kita akan mengurungkan niat membuat kartun lain karena akan ada tekanan terhadap kartun lebih lunak dan seterusnya dan kita akan berhenti membuatnya," tuturnya.

"Kita membuat karikatur berbagai macam orang, setiap minggu, dan ketika kita membuat karikatur Nabi Muhammad atau sesuatu tentang Islam, ini disebut provokatif. Bukan, ini bukan provokasi. Ini tergantung siapa yang berada di baliknya, pembaca," tambah Stephane Charbonnier.

Kantor majalah Charlie Hebdo dilempari bom molotov November tahun lalu setelah menerbitkan kartun serupa.

Islam melarang visualisasi Nabi Muhammad.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    China Umumkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri Mereka Berlayar ke Selat Taiwan

    China Umumkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri Mereka Berlayar ke Selat Taiwan

    Internasional
    Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

    Internasional
    Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

    Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

    Internasional
    Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

    Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

    Internasional
    Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

    Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

    Internasional
    Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

    Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

    Internasional
    Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

    Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

    Internasional
    Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

    Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

    Internasional
    [POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

    [POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

    Internasional
    Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

    Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

    Internasional
    Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

    Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

    Internasional
    Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

    Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

    Internasional
    Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

    Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

    Internasional
    Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

    Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

    Internasional
    Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

    Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X