Kematian Azaria Chamberlain Dipastikan karena Dingo

Kompas.com - 12/06/2012, 11:06 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

DARWIN, KOMPAS.com- Dingo, sejenis anjing liar, diduga kuat adalah penyebab kematian bayi Azaria Chamberlain di tahun 1980. Demikian kesimpulan koroner di negara bagian  Northern Territory, Selasa (12/6/2012).

Di depan sidang yang dipenuhi pengunjung, Koroner Elizabeth Morris mengatakan, seekor dingo menyerang bayi Azaria di Uluru (dulu Ayers Rock), namun kemudian polisi mengatakan bahwa ibu Azaria, Lindy Chamberlain-Creighton lah yang membunuh bayinya sendiri.

Karena itu, Lindy pernah dihukum penjara, sementara suaminya kala itu, Michael, dijatuhi hukuman percobaan. Keduanya kemudian dinyatakan tidak bersalah setelah adanya penyelidikan negara (royal commision) di tahun 1987.

Kasus ini kemudian menjadi terkenal di seluruh dunia setelah dibuat menjadi film dengan judul A Cry in the Dark yang dibintangi artis terkenal Amerika Serikat Merryl Streep.

Setelah keputusan koroner, Lindy Chamberlain-Creighton, ditemani anaknya, Aidan, mengatakan bahwa Australia adalah "negara berbahaya" dan lega bahwa cerita yang disampaikannya akhirnya diterima.

"Kami lega dan senang akhirnya semua hal ini selesai." katanya. "Sekarang tidak lagi Australia bisa mengatakan dingo tidak berbahaya dan tidak akan menyerang bila didekati. Kita tinggal di negeri yang indah, namun berbahaya, dan kami meminta semua warga Australia untuk sadar akan hal tersebut dan berhati-hati." lanjut Lindy lagi.

Aliran sesat

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, kasus ini menjadi bahan perhatian besar di Australia sejak terjadi karena adanya berbagai rumor dan cerita yang menyertai kejadian tersebut.

Pada awalnya, polisi mengatakan bahwa Azaria dibunuh ibunya, Lindy, dengan cara digorok lehernya. Pembunuhan dilakukan karena Lindy dituduh sebagai pengikut sebuah aliran Kristen. Sebab, Lindy dianggap tidak menunjukkan perasaan "sedih" setelah peristiwa tersebut.

Di sisi lain, juga disebutkan bahwa tidak mungkin dingo, sejenis anjing yang dulunya dipelihara manusia, berubah menjadi liar, bisa menyerang manusia.

Keputusan paling akhir ini merupakan penyelidikan keempat mengenai sebab kematian Azaria Chamberlain. Di tahun 1988, Pengadilan Banding negara bagian Northern Territory membatalkan semua hukuman yang dijatuhkan kepada Lindy dan suaminya Michael. Namun dalam penyelidikan di tahun 1995, sebab kematian Azaria dinyatakan sebagai "terbuka" atau tidak diketahui.

Di media massa Australia, cerita mengenai kematian Azaria Chamberlain paling banyak mendapatkan liputan. Kasus ini kemudian juga dikenal sebagai contoh adanya bias dalam pemberitaan dan juga bukti-bukti yang datang dari luar persidangan bisa mempengaruhi hasil persidangan.

Dibukanya penyelidikan keempat soal Azaria Chamberlain ini terjadi karena di tahun 2000-an, bukti bahwa dingo merupakan binatang berbahaya semakin diterima dan bisa dipercaya.  Sekarang, koroner Elizabeth Morris mengatakan "Azaria meninggal di Uluru, pada tanggal 17 Agustus 1980 akibat diserang dan dibawa oleh dingo. " Sastra Wijaya Mobile.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X