Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Annan Tekan Suriah

Kompas.com - 01/04/2012, 03:38 WIB

Kairo, Kompas - Solusi atas krisis di Suriah masih tersandung pada polemik soal pelaksanaan usulan utusan khusus PBB-Liga Arab Kofi Annan. Mantan Sekjen PBB itu meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad melakukan tuntutan tanpa syarat.

Di sisi lain, Presiden Suriah meminta pemberontak atau oposisi Suriah terlebih dahulu dilucuti.

Ada beberapa butir usulan Annan untuk solusi Suriah itu, di antaranya penarikan pasukan pemerintah dan senjata berat dari tempat-tempat konsentrasi penduduk. Kemudian, pemberian izin oleh Pemerintah Suriah atas bantuan kemanusiaan, pembebasan tahanan politik, kebebasan bergerak, dan kesediaan pemerintah mengizinkan wartawan meliput di pusat-pusat peristiwa demonstrasi.

Tiga pemain inti di lapangan saat ini, Kofi Annan, rezim Presiden Bashar al-Assad, dan kubu oposisi Suriah, berbeda pendapat. Mereka tak satu ide soal pelaksanaan usulan solusi Kofi Annan.

Annan menginginkan rezim Presiden Assad langsung atau segera melaksanakan usulan tanpa syarat. Rezim Presiden Assad meminta oposisi Suriah harus melucuti senjata dahulu sebagai syarat bagi pelaksanaan usulan solusi Kofi Annan.

Pasokan senjata

Kubu oposisi, khususnya Dewan Nasional Suriah (SNC), meminta Presiden Assad menyerahkan kekuasaan dahulu ke Wakil Presiden Farouk Shara, seperti skenario Yaman, sebagai syarat pelaksanaan atas usulan Annan.

Juru bicara Kofi Annan, Ahmed Fawzi, menegaskan, otoritas Suriah harus segera melaksanakan usulan solusi Kofi Annan. Fawzi secara khusus menyerukan untuk segera dilakukan gencatan senjata di bawah pengawas tim monitor PBB, diizinkannya penyaluran bantuan kemanusiaan, serta agar dimulai pula dialog antara otoritas Suriah dan kubu oposisi.

Fawzi menambahkan, pasukan pemerintah harus menunjukkan niat baik terlebih dahulu dengan menarik personel, senjata berat, dan tank-tank dari tempat-tempat konsentrasi penduduk.

Kofi Annan saat ini ditengarai sedang menggodok usulan penyebaran 200 hingga 250 anggota tim monitor dari PBB untuk memantau pelaksanaan gencatan senjata di Suriah.

Presiden Suriah Bashar al-Assad menyampaikan sikap resmi atas usulan solusi Kofi Annan. Hal itu disampaikan lewat surat ke forum konferensi ekonomi regional atau BRICS, Rabu-Kamis (28-29/3), di New Delhi, India.

Assad menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan kepada Annan tentang persetujuan Suriah terhadap usulan solusi dengan sejumlah catatan dan syarat. Di antara syarat itu, jelas Assad, misi Annan hanya bisa efektif jika bantuan dana dan senjata dari asing ke kelompok bersenjata diakhiri. Assad menegaskan, negara-negara yang membantu kelompok bersenjata dengan uang dan senjata harus segera menghentikan bantuan itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah, Jihad Maqdisi, mengklaim, otoritas Suriah telah mencapai kesepakatan dengan Annan tentang mekanisme kinerja tim monitor PBB.

Maqdisi mengungkapkan, tim monitor PBB akan tiba di Suriah dalam waktu dekat. Namun, Maqdisi tidak menjelaskan tentang bentuk mekanisme kinerja tim monitor PBB itu di Suriah.

Maqdisi menegaskan lagi, pasukan pemerintah akan meninggalkan tempat-tempat konsentrasi penduduk di kota-kota dan desa-desa tanpa harus ada kesepakatan dengan siapa pun jika keamanan dan stabilitas terwujud di tempat-tempat tersebut.(mth)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com