Kepolisian Norwegia Minta Maaf soal Pembunuhan

Kompas.com - 16/03/2012, 12:58 WIB
EditorKistyarini

Kepolisian Norwegia mengakui mestinya mereka bisa bertindak lebih sigap mengatasi aksi pembunuhan terhadap hampir 70 orang yang terjadi di sebuah kamp untuk para pemuda Juli tahun lalu.

Pelaku tunggal pembunuhan itu, Anders Behring Breivik, menembaki para pemuda yang tengah beraktivitas di Pulau Utoeya dan menewaskan 69 korban.

Namun polisi, yang perhatiannya teralihkan pada ledakan bom di pusat kota Oslo yang juga dipasang oleh Breivik, baru datang ke lokasi kejadian satu jam setelah pembantaian ini berlangsung antara lain akibat kesulitan teknis.

Direktur Lembaga Polisi Negara Oystein Maeland meminta maaf atas hal ini. "Tiap menit yang berlalu adalah satu menit yang terlalu lama," kata Maeland. "Sangat disesalkan bahwa mestinya ada nyawa yang bisa diselamatkan seandainya saja si pembunuh bisa ditangkap lebih cepat."

'Puas dengan permintaan maaf ini'

Pengakuan ini muncul di tengah penyelidikan yang dilakukan kepolisian setempat untuk melihat bagaimana mereka merespon aksi pembunuhan pada 22 Juli 2011 itu.

Ekstrimis sayap kanan Breivik, 33, meledakkan bom pada sebuah bangunan milik pemerintah pada hari yang sama sehingga menewaskan delapan orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari Oslo kemudian pelaku melakukan penembakan membabi-buta di Pulau Utoeya, terletak sekitar 40 km dari pusat kota, yang tengah menjadi lokasi kegiatan kamp pemuda Partai Buruh.

Breivik ditahan satu jam dan 20 menit kemudian, karena polisi kesulitan mencapai lokasi akibat kapal yang mereka tumpangi mengalami kelebihan beban.

Polisi Norwegia juga dikritik karena memilih tak menggunakan pesawat helikopter padahal alat tersebut sudah tersedia.

Unni Espeland Marcussen, ibu dari Andrine Marcussen yang diyakini menjadi korban penembakan terakhir di lokasi naas itu, mengatakan kepada situs web the Aftenposten dirinya cukup puas dengan permintaan maaf ini.

"Saya rasa bagus karena mereka sudah bisa melihat kekurangan diri sendiri. Kami sudah lama sekali menunggu permintaan maaf ini," tambahnya.

Seluruhnya ada 77 korban terbunuh sementara 242 lainnya cedera dalam serangan tunggal Breivik ini, dan menjadikannya sebagai kasus kekerasan terburuk di Norwegia sejak negara itu lepas dari Perang Dunia II.

Breivik sendiri kini didakwa dengan kejahatan terorisme, namun jaksa sudah mengisyaratkan Breivik dinilai dalam kondisi sakit mental sehingga kemungkinan dia akan ditangani oleh ahli kejiwaan ketimbang dikurung di penjara.

Sidang Breivik diperkirakan akan dimulai 16 April.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.