Perang Suku di Libya, Lebih dari 100 Orang Tewas

Kompas.com - 22/02/2012, 06:05 WIB
EditorTri Wahono

TRIPOLI, KOMPAS.com — Bentrokan sengit antara dua suku di gurun terpencil tenggara Libya telah menewaskan lebih dari 100 orang dalam 10 hari terakhir. Kepala Suku Toubu, Isaa Abdelmajid, mengatakan, sedikitnya 113 orang dari Suku Toubu dan 20 dari Suku Zwai telah tewas di kota gurun Kufra sejak pertempuran meletus di sana sejak 12 Februari.

Bentrokan yang sudah berlangsung selama 10 hari itu menandakan tantangan bagi kebijakan gurun yang penduduknya jarang. Aksi kekerasan itu terjadi saat Dewan Transisi Nasional (NTC) yang berkuasa sedang berusaha menegakkan kekuasaannya di seluruh Libya, sementara milisi-milisi yang bersaing dan kelompok-kelompok suku berebut bagi kekuasaan dan sumber-sumber alam setelah Moammar Khadafy jatuh.

Pasukan Pemerintah Libya akan melakukan intervensi jika bentrokan antarsuku yang berseteru demi penguasaan daerah di ujung tenggara negara itu tidak berhenti. Panglima angkatan bersenjata Yousef al-Mangoush mengatakan, perjanjian antara kedua pihak telah dicapai, Minggu, tetapi bentrokan-bentrokan lebih seru masih meletus dua hari terakhir.

"Kementerian pertahanan dan militer memperingatkan bahwa jika pertempuran tidak berhenti, akan ada intervensi militer yang menentukan untuk menghentikan bentrokan-bentrokan itu," katanya. Ia menambahkan, pasukan militer berada di daerah itu, tetapi sejauh ini tidak turun tangan. Ia membantah ada warga asing di sana dan mengatakan masalah antara kedua suku berasal dari masa lalu dan perlu dilakukan rekonsiliasi.

Di Al Kufra, hubungan antarsuku jauh lebih kuat ketimbang daerah pesisir Mediterania. Pemberontakan suku tahun 2009 ditumpas hanya setelah Khadafy mengirim helikopter-helikopter tempur. Wilayah terpencil itu juga merupakan pusat para penyelundup yang mengambil keuntungan dari perbatasan sub-Sahara Afrika yang masih kacau.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.