Tripoli Terancam Krisis Pangan dan BBM

Kompas.com - 28/08/2011, 13:35 WIB
EditorHeru Margianto

TRIPOLI, KOMPAS.com — Masyarakat Libya di Tripoli terancam krisis pangan dan bahan bakar menjelang Idul Fitri 2011. Kondisi di Tripoli, ibu kota Libya, dilaporkan dalam kondisi yang mengenaskan. Jalanan dipenuhi mobil-mobil yang dibakar dan sampah berbau busuk karena sampah belum dikumpulkan di lingkungan banyak selama berbulan-bulan.

Kumpulan jenazah di rumah sakit dibiarkan begitu saja. Toko-toko tutup. Sementara itu, pesawat yang rusak akibat bom berserakan di bandara Tripoli.

Sebagian warga yang ditinggal di Tripoli mengakui bahwa mereka telah hidup tanpa listrik dan air yang memadai. Harga bahan bakar dilaporkan meroket.

Di Tripoli, biaya 20 liter BBM telah melonjak 280 persen menjadi 120 dinar atau setara 100 dollar AS. Kendati demikian, Menteri Informasi Shammam mengatakan, 30.000 metrik ton bahan bakar sedang didistribusikan Sabtu (28/8/2011). Selain itu, pengiriman bahan bakar solar untuk pembangkit listrik dan pompa air sedang diupayakan.

Ia berharap kilang minyak terbesar yang terletak di dekat kota Zawiya, sekitar 50 kilometer ke arah barat Tripoli, bisa digunakan kembali sesegera mungkin. Muhammad Aziz, manajer operasi di sana, mengatakan, kilang tersebut akan mulai beroperasi Senin.

Di Abu Salim, salah satu kota terdekat dari Tripoli, warga mengatakan, gas semakin langka. "Kami membeli di pasar gelap, terutama dari Tunisia," kata Osama Shallouf, warga Abu Salim.

"Ketika Anda mendengar bahwa seseorang di lingkungan yang menjualnya, Anda pergi ke rumahnya dan membelinya," katanya lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelangkaan terjadi ketika umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Libya, bersiap-siap menyambut Idul Fitri, yang menandai akhir bulan puasa Ramadhan. Secara tradisional, anak-anak mendapatkan baju, sepatu, dan mainan baru untuk liburan.

Di kota-kota yang terbentang hingga ke barat Tripoli, toko-toko pakaian terlihat dipadati para ibu, dengan anak-anak di belakangnya, yang tengah berbelanja pakaian Idul Fitri. Di Zawiya, Sabratha, dan Surman, sebagian jalan utama diblokir oleh mobil-mobil yang diparkir di depan toko-toko pinggir jalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.