Tunisia Umumkan Pemerintah Baru

Kompas.com - 08/03/2011, 00:34 WIB
EditorEgidius Patnistik

TUNIS, KOMPAS.com - Perdana Menteri sementara Tunisia, Beji Caid Essebsi, Senin (7/3/2011), mengumumkan pemerintah baru yang terbebas dari anggota rejim Zine El Abidine Ben Ali, yang digulingkan dalam pemberontakan pada Januari.

Pemerintah sementara yang beranggotakan 22 orang itu, yang disebut "otoritas publik", mencakup lima menteri baru dan dua wanita. Pencopotan orang-orang Ben Ali dari pemerintah baru merupakan tuntutan utama protes yang terus berlangsung setelah jatuhnya pemimpin otoriter tersebut pada 14 Januari.

Setelah protes itu, perdana menteri sebelumnya, Mohammed Ghannouchi, dan dua menteri lain yang juga bertugas selama pemerintahan Ben Ali, mengundurkan diri pekan lalu. Dua menteri dari oposisi juga mengundurkan diri beberapa hari kemudian.

Ben Ali lengser dan meninggalkan negaranya pertengahan Januari setelah berkuasa 23 tahun di tengah tuntutan yang meningkat agar ia mengundurkan diri meski ia telah menyatakan tidak akan mengupayakan perpanjangan masa jabatan setelah 2014. Ia dikabarkan berada di Arab Saudi.

Ia dan istrinya serta anggota-anggota lain keluarganya kini menjadi buronan dan Tunisia telah meminta bantuan Interpol untuk menangkap mereka. Aktivis pro-demokrasi di sejumlah negara Arab, termasuk Libya, terinspirasi oleh pemberontakan di Tunisia dan Mesir yang berhasil menumbangkan pemerintah yang telah berkuasa puluhan tahun.

Buntut dari demonstrasi mematikan selama lebih dari dua pekan di Mesir, Presiden Hosni Mubarak mengundurkan diri pada 11 Februari  setelah berkuasa 30 tahun dan menyerahkan kekuasaan kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata, sebuah badan yang mencakup sekitar 20 jendral yang sebagian besar tidak dikenal umum sebelum pemberontakan yang menjatuhkan pemimpin Mesir itu.

Sampai pemilu dilaksanakan, dewan militer Mesir menjadi badan eksekutif negara, yang mengawasi pemerintah sementara yang dipimpin perdana menteri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Libya kini juga bergolak dan dilanda pertempuran antara pasukan pemerintah dan oposisi yang menuntut pengunduran diri Moamar Khadafy. Khadafy (68 tahun) adalah pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.