Berharap Keajaiban Pascagempa Bumi

Kompas.com - 25/02/2011, 10:54 WIB
EditorJimmy Hitipeuw

KOMPAS.com — Anne Vos, perempuan warga negara Australia, merasa mendapat kesempatan sangat berharga untuk kedua kalinya dalam hidup. Kondisi dia dinyatakan membaik, Kamis (24/2/2011), walau masih terus menjalani perawatan di rumah sakit.

Selama dua hari sebelumnya, Vos terjebak di bawah reruntuhan sebuah gedung setelah gempa 6,3 skala Richter yang menghantam Selandia Baru, Selasa lalu.

”Saya berharap mereka (regu penyelamat) segera bisa mengeluarkan saya secepat mungkin. Sangat gelap dan mengerikan di dalam sini,” ujar Vos melalui telepon seluler.

Cerita Vos saat tengah terperangkap di bawah meja kerjanya di dalam reruntuhan gedung Pyne Gould Corporation itu ditayangkan secara langsung dan ditonton jutaan pemirsa televisi.

”Saya rasa saya terluka parah. Saya dapat merasakan tanah di bawah saya sangat basah. Saya tidak tahu pasti apa yang terjadi. Sepertinya tangan saya terluka,” ujar Vos ketika itu.

Gempa besar yang meluluhlantakkan kota Christchurch, Selandia Baru, itu diyakini memakan banyak korban jiwa. Hingga Kamis dilaporkan, tim penyelamat berhasil mengeluarkan sedikitnya 98 jenazah dari bawah reruntuhan, sedangkan 226 orang belum ditemukan. Sebanyak 30 orang dapat diselamatkan hidup-hidup pada malam pertama seusai kejadian.

Petugas penyelamat hingga hari ini berupaya terus mencari korban selamat. Mereka menolak menyerah dan terus berharap mukjizat terjadi. Sejumlah perlengkapan canggih, seperti kamera mini dan alat pendengar yang sangat peka, serta bahkan anjing pelacak dikerahkan untuk mencari dan menyelamatkan korban yang diperkirakan masih bertahan hidup di bawah reruntuhan.

”Selama ini kita sering melihat mukjizat terjadi dalam sejumlah bencana di negara lain. Kita tidak bisa menyerah begitu saja, tetapi tetap juga harus realistis,” ujar Perdana Menteri Selandia Baru John Key.

Komandan distrik kepolisian setempat, Dave Cliff, menyatakan akan berupaya semaksimal mungkin menyelamatkan mereka yang masih hidup dan terjebak di bawah reruntuhan.

Namun, Cliff juga mengingatkan kemungkinan aksi penjarahan pascabencana menyusul lusinan laporan kejahatan yang masuk ke kantornya. Lebih lanjut dilaporkan pula, ratusan warga mencoba keluar dari daerah bencana itu dengan berbondong-bondong menuju bandar udara.

”Apa yang saya alami sangat mengguncang. Benar-benar gila. Saya gemetar sepanjang hari. Bahkan, saya tidak ingat lagi apa saya sudah makan atau belum,” ujar Vanessa Burgess, yang terpaksa menginap di bandara bersama kedua anaknya. Mereka selamat dari bencana itu. (AFP/DWA)



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X