Rabu, 30 Juli 2014

News / Internasional

Breaking News

Teridentifikasi dari Video, Pelaku Pemenggalan London Tertangkap

Kamis, 23 Mei 2013 | 04:24 WIB

Berita terkait

LONDON, KOMPAS.com — Seorang pria yang diduga tentara Inggris dibunuh dua orang bersenjata tajam, di area Woolwich, London, Rabu (22/5/2013) sore waktu setempat. Korban dipenggal di tengah keramaian lalu lintas kota itu. Pemerintah Inggris menyebut tindakan ini sebagai serangan terorisme. Kedua terduga pelaku pemenggalan ditangkap dalam keadaan luka, setelah terlibat konfrontasi dengan petugas polisi.

Televisi ITN yang berafiliasi dengan CNN menayangkan video yang memperlihatkan seorang pria dengan tangan berdarah dan memegang pisau daging berbicara di depan kamera. Meski beraksen London, pria itu mengatakan bahwa aksinya adalah pembalasan atas keterlibatan tentara Inggris dalam perang di negara-negara berpenduduk Muslim. Menurut dia, setiap tentara Inggris terlibat dalam perang yang menyebabkan ribuan orang Islam sekarat tiap hari.

Dalam video itu, pria tersebut meminta maaf bahwa perbuatannya harus dilihat para perempuan yang tengah melintas di lokasi pemenggalan. Namun, kata dia, di negerinya semua perempuan harus melihat hal serupa setiap hari. "Kalian tidak akan pernah aman. Hapus Pemerintah Anda. Mereka tidak peduli dengan Anda," ujar dia.

Penayangan video ini sontak membuat Dewan Muslim Inggris mengeluarkan pernyataan mengutuk serangan ini sebagai "tindakan barbar yang tidak memiliki dasar di Islam". Lembaga ini mendesak kalangan Muslim maupun non-Muslim untuk bersatu dalam solidaritas yang memastikan bahwa tindakan berdasarkan kebencian tidak akan pernah menang.

Dalam video lain yang didapat tabloid The Sun memperlihatkan pelaku pemenggalan tengah meminta maaf pada wanita yang melihat aksinya. Tetapi, dia menambahkan pula, "Di tanah kami, perempuan harus melihat hal yang sama."

Korban pemenggalan diduga adalah tentara yang bermarkas di kawasan tersebut. Anggota parlemen Nick Raynsford mengatakan pada CNN, tentara itu tampaknya bertugas di pusat kota London dan dalam perjalanan pulang menuju barak di Woolwich ketika diserang.

Dari Paris, Perancis, Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan ada indikasi kuat bahwa kasus ini adalah tindakan terorisme. Dia pun memastikan akan mempercepat jadwal kunjungannya, pulang kembali ke London karena peristiwa ini.

"Ini adalah kejahatan yang paling mengerikan," kata Cameron dalam pernyataan yang dihadiri pula oleh Presiden Perancis Francois Hollande. Cameron bersumpah Inggris tak akan goyah gara-gara ancaman keamanan ini.

Beberapa waktu kemudian, setelah memimpin pertemuan komite darurat sipil negara itu yang dikenal sebagai COBRA, Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May memberi penilaian serupa situasi dan pesan serupa menyelesaikan. "Kita telah melihat terorisme di jalan-jalan Inggris sebelumnya, dan kami selalu melawannya," katanya. "Tindakan keji seperti ini tidak akan luput dari hukuman."

Cameron menolak untuk mengonfirmasi apakah pria yang tewas adalah seorang prajurit. Sementara Kementerian Pertahanan sedang menyelidiki kejadian ini. Menyusul insiden ini, keamanan ditingkatkan di sekitar Woolwich dan semua barak militer di London.

Menteri Pertahanan Inggris Philip Hammond mengatakan, pembunuhan itu adalah "insiden yang sangat mengejutkan" dan bahwa Inggris menangani keselamatan pasukannya dengan "sangat serius". Wali Kota London Boris Johnson melalui akun Twitter menyatakan, "Serangan di sore hari di Woolwich ini tindakan memuakkan dan tak termaafkan."

Komandan Simon Letchworth kepada wartawan di Woolwich mengatakan, petugas lokal langsung merespons ketika serangan dilaporkan pada pukul 14.20 waktu setempat. Unit bersenjata api langsung dikirim ke tempat kejadian. Polisi Inggris biasanya tak bersenjata api. "Dua orang yang kami percaya dari laporan awal membawa senjata ditembak oleh polisi," katanya. Kedua terduga pelaku itu dibawa ke dua rumah sakit yang berbeda.


Editor : Palupi Annisa Auliani
Sumber: