Sabtu, 18 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 18 Mei 2013 | 21:42 WIB
Pelestarian
Panda Paling Gaek Mati
Penulis : Josephus Primus | Rabu, 22 Agustus 2012 | 18:34 WIB
Dibaca:
|
Share:
Panda Paling Gaek Mati KOMPAS/LAKSANA AGUNG SAPUTRA Beberapa ekor panda dewasa tengah makan bambu, makanan favoritnya, di pusat penangkaran di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, China, Minggu (24/6/2012). Pemerintah China berkeinginan melakukan tukar-menukar satwa dengan pemerintah Indonesia, yakni antara panda dan komodo yang menjadi spesies khas masing-masing negara.

KOMPAS.com - Di usianya yang ke 34, panda jantan raksasa bernama Bao Bao mati. Pencapaian usia ini adalah tergaek alias teruzur sedunia bagi hewan asal China yang menjadi salah satu ikon Kebun Binatang Berlin, Jerman.

Bao Bao adalah hadiah pemerintah Republik Rakyat China untuk pemerintah Republik Jerman, kala itu, bersama dengan seekor panda betina Tian Tian.

Menurut warta Xinhua pada Rabu (22/8/2012), pihak kebun binatang masih menyelidikan penyebab kematian Bao Bao. "Menyedihkan. Namun, Bao Bao tetap tak terlupakan," kata pernyataan pihak kebun binatang.

Menurut pihak pengelola Kebun Binatang Berlin, dalam beberapa bulan belakangan, kondisi fisik Bao Bao memang terlihat menurun. Bao Bao adalah hadiah pemerintah Republik Rakyat China untuk pemerintah Republik Jerman, kala itu, bersama dengan seekor panda betina Tian Tian. Pemerintah China menyerahkan keduanya pada November 1980.

Tian Tian lebih dahulu mati pada Februari 1984. Sampai dengan November 1991, Bao Bao hidup sendirian hingga dikirim ke Inggris untuk dikawinkan dengan panda betina Ming Ming.

Namun begitu, upaya mempertemukan keduanya tidak membuat Ming Ming bunting. Pada Mei 1993, Bao Bao dipulangkan kembali ke Berlin.

Pada 1995, seekor panda betina bernama Yan Yan dikirimkan dari Beijing ke Berlin. Lagi-lagi, upaya ini untuk membangkitkan berahi Bao Bao demi membuahkan keturunan.

Sayangnya, untuk kali kedua, langkah ini gagal. Yan Yan mati di Berlin pada Maret 2007. Hingga akhir hidupnya, Bao Bao tak punya anak.

Editor :
Josephus Primus