Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Produk Apple Palsu Marak di China

Kompas.com - 13/08/2011, 09:04 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Sulit sekali memberantas pemalsuan di China. Kemarin, Pemerintah China menemukan lagi 22 toko yang menjual barang-barang elektronik keluaran Apple palsu di Kunming. Padahal, beberapa pekan sebelumnya, otoritas China menutup dua toko semacam itu.

China merupakan tempat barang palsu terbesar di dunia. Tampaknya upaya pemerintah untuk menumpas pemalsuan barang hingga ke akarnya tidak mudah dilakukan.

Pada mulanya, keberadaan toko Apple palsu itu ditemukan oleh seorang bloger Amerika di Kunming. Toko palsu itu sangat meyakinkan. Bahkan, pegawainya berpikir mereka bekerja untuk perusahaan raksasa top dari Amerika Serikat itu.

Penemuan toko palsu dalam jumlah yang tidak sedikit ini membuat keguncangan di seluruh dunia. Otoritas China bergerak dengan cepat. Mereka langsung menutup toko-toko palsu itu. Ternyata, walaupun sudah ditutup, muncul toko palsu di tempat lain.

Dalam situsnya, Apple menyatakan, di seantero China hanya ada empat toko resmi Apple, yaitu dua toko di Beijing dan dua toko di Shanghai. Selain itu, banyak juga toko yang mendapat otorisasi menjual barang-barang Apple.

Pemerintah China, bulan lalu, mengumumkan, mereka telah menutup dua toko Apple palsu di Kunming setelah menyelidiki sekitar 300 toko teknologi informasi di kota ini. Radio nasional China melaporkan, otoritas telah membuat sambungan telepon langsung untuk masyarakat agar mereka dapat menelusuri peredaran barang-barang palsu dan toko-toko yang menjual barang palsu. (AFP/Reuters/Joe)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com