Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Koridor Philadelphia di Gaza, Mengapa Sangat Diinginkan Israel?

Kompas.com - 28/05/2024, 15:06 WIB
Egidius Patnistik

Penulis

SETELAH serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023, yang skala dan jumlah korbannya belum pernah terjadi sebelumnya, perhatian di Israel beralih ke Koridor Philadelphia, yang dianggap sebagai kawasan strategis bagi Hamas.

Presiden Israel, Benjamin Netanyahu, dengan jelas menyatakan niat strategis Israel pada konferensi pers pada 30 Desember lalu.

“Koridor Philadelphia, atau lebih tepatnya, titik penghentian di selatan (Gaza), harus berada di tangan kita. Koridor itu harus ditutup. Jelas bahwa pengaturan lain apapun tidak akan menjamin demiliterisasi yang kita inginkan,” kata Netanyahu.

Dia telah beberapa kali mengulangi ancaman itu, sehingga memaksa Kairo untuk menganggap serius retorika pemimpin Israel tersebut.

Baca juga: DK PBB Keluarkan Resolusi untuk Jeda dan Koridor Kemanusiaan Mendesak di Gaza

Risiko warga Gaza yang putus asa melarikan diri ke Mesir akibat serangan Israel menjadi perhatian besar pihak berwenang Mesir, kata Salah Gomaa, wakil editor stasiun radio milik negara Mesir, Al-Sharq Al Awsat.

Sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober tahun lalu, Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, yang bertindak sebagai mediator antara Hamas dan pemerintah Israel, menentang gagasan mengizinkan warga Gaza yang melarikan diri dari perang dan berkumpul di perbatasan Mesir untuk memasuki wilayahnya. Dalam pidatonya pada November 2023, Sisi menegaskan kembali penolakan negaranya terhadap pemindahan paksa warga Gaza ke Mesir, dan menyebutnya sebagai “garis merah”.

“Setiap pengemboman atau serangan di Rafah saat ini pasti akan menyebabkan para pengungsi mengungsi ke Sinai,” kata Gomaa. “Jika Mesir membiarkan hal ini terjadi, itu berarti Mesir menerima pengusiran paksa warga Palestina sementara para menteri garis keras Israel secara terbuka menganjurkan pemukiman kembali Gaza dan 'pemindahan' warga Gaza ke negara tetangga, Mesir.”

Koridor Kekuasaan

Apa dimaksud dengan koridor Philadelphia?

Koridor Philadelphia, juga dikenal sebagai Rute Philadelphia, merupakan sebuah koridor sempit yang terletak di perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir, tepatnya di kota Rafah. Jalur ini memiliki panjang sekitar 14 kilometer dan lebarnya bervariasi, biasanya sekitar 100 meter.

Koridor itu ditandai dengan pagar kawat berduri dan balok beton.

Koridor Philadelphia berfungsi untuk mencegah serangan bersenjata, mengendalikan pergerakan warga Palestina di kedua arah, dan mencegah penyelundupan dan perdagangan senjata antara Sinai di Mesir dan Jalur Gaza.

Koridor itu dinamai “Philadelphia” sesuai nama kode militer Israel yang dipilih secara acak untuk daerah yang juga disebut “Poros Saladin” tersebut. Kode itu kemudian menjadi istilah yang umum digunakan untuk merujuk pada zona penyangga di perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir di kota Rafah itu. Penamaan tersebut merupakan bagian dari kebiasaan militer untuk menggunakan nama-nama kode tertentu dalam operasi mereka, yang sering kali dipilih tanpa alasan khusus selain kemudahan komunikasi dan pengorganisasian operasi militer.

Koridor tersebut didirikan sesuai dengan ketentuan Perjanjian Camp David antara Mesir dan Israel tahun 1978.

Berdasarkan Perjanjian Oslo tahun 1994, wilayah tersebut tetap berada di bawah kendali Israel untuk mencegah penyelundupan senjata dan aktivitas ilegal lainnya yang dapat mengancam keamanan Israel. Koridor itu sering menjadi titik fokus dalam konflik Israel-Palestina karena pentingnya bagi keamanan dan perdagangan.

Koridor Philadelphia berada di bawah kendali Israel hingga penarikan sepihak pasukan negara itu dari Jalur Gaza tahun 2005.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Internasional
Rusia Kirim Kapal Perang Ke Kuba, untuk Apa?

Rusia Kirim Kapal Perang Ke Kuba, untuk Apa?

Internasional
Bagaimana Cara Barat Pakai Aset Rusia yang Dibekukan untuk Dukung Ukraina?

Bagaimana Cara Barat Pakai Aset Rusia yang Dibekukan untuk Dukung Ukraina?

Internasional
Invasi Rusia ke Ukraina Menimbulkan Emisi Karbon yang Besar

Invasi Rusia ke Ukraina Menimbulkan Emisi Karbon yang Besar

Internasional
Inilah Poin-poin Perdebatan dalam Negosiasi Gencatan Senjata Israel-Hamas

Inilah Poin-poin Perdebatan dalam Negosiasi Gencatan Senjata Israel-Hamas

Internasional
Upaya Pemulihan Keamanan di Ekuador Picu Kekhawatiran Terkait HAM

Upaya Pemulihan Keamanan di Ekuador Picu Kekhawatiran Terkait HAM

Internasional
Gelombang Partai Ultra Kanan Menjungkirbalikkan Politik Nasional Eropa

Gelombang Partai Ultra Kanan Menjungkirbalikkan Politik Nasional Eropa

Internasional
Hunter Biden Dinyatakan Bersalah, Apa Dampaknya bagi Joe Biden?

Hunter Biden Dinyatakan Bersalah, Apa Dampaknya bagi Joe Biden?

Internasional
Berbagai Cara Rusia Pakai Jalur Rahasia untuk Dapatkan Barang Impor

Berbagai Cara Rusia Pakai Jalur Rahasia untuk Dapatkan Barang Impor

Internasional
Bocoran Percakapan yang Diklaim dari Pemimpin Hamas Sebut Kematian Warga Sipil adalah 'Pengorbanan yang Perlu'

Bocoran Percakapan yang Diklaim dari Pemimpin Hamas Sebut Kematian Warga Sipil adalah "Pengorbanan yang Perlu"

Internasional
Sosok 6 Calon Presiden Iran untuk Menggantikan Raisi

Sosok 6 Calon Presiden Iran untuk Menggantikan Raisi

Internasional
UU Siber Nigeria Dijadikan Alat untuk Bungkam Suara Kritis

UU Siber Nigeria Dijadikan Alat untuk Bungkam Suara Kritis

Internasional
Bagaimana Operasi Penyelamatan 4 Sandera Israel di Gaza Berlangsung?

Bagaimana Operasi Penyelamatan 4 Sandera Israel di Gaza Berlangsung?

Internasional
Narendra Modi Kembali Menangi Pemilu, Apa Artinya bagi Dunia?

Narendra Modi Kembali Menangi Pemilu, Apa Artinya bagi Dunia?

Internasional
Terputus dari Barat, Putin Melihat Peluang ke Timur

Terputus dari Barat, Putin Melihat Peluang ke Timur

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com