Kompas.com - 15/02/2022, 16:30 WIB

Portugis bekerjasama dengan Kerajaan Ternate, sedangkan Spanyol bekerjasama dengan Kerajaan Tidore. Namun, masih ada persaingan perdagangan yang berkepanjangan antara kedua negara.

Akhirnya pada 1529, konflik tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa Spanyol harus meninggalkan Maluku dan melakukan perdagangan di Filipina. Sementara Portugis terus berdagang di Maluku.

Baca juga: 28 November 1975: Deklarasi Kemerdekaan Timor Leste dari Portugis

3. Belanda (1602 - 1942)

Belanda kerap disebut sebagai penjajah terlama di tanah air, yaitu mencapai 346 tahun. Selama waktu itu, Belanda berhasil menguasai Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Papua.

Tidak berbeda dengan negara lain, tujuan Belanda adalah berdagang dan mencari rempah-rempah. Setelah kekalahan Portugis pada 1602, Belanda memulai penjajahan dengan mendirikan kemitraan dagang di Batavia yang diberi nama VOC (Verenigde Oostindische Compagnie).

VOC dibubarkan pada 31 Desember 1799 oleh pemerintah Belanda setelah mengalami krisis. Wilayah kepulauan Hindia Belanda kemudian diserahkan kepada Kerajaan Belanda, yang lalu menerapkan sistem Cultuur Stelsel atau tanam paksa.

Pada Mei 1940 di awal Perang Dunia II, Belanda mengalami kekalahan karena negara tersebut dikuasai oleh Nazi Jerman. Pada Maret 1942, Belanda juga kalah dari Nusantara oleh Jepang, dan menandai berakhirnya penjajahan Belanda di Indonesia.

Baca juga: Mengulik Kekayaan VOC di Masa Jayanya, Apple hingga Amazon Kalah

4. Perancis (1806 - 1811)

Pada masa krisis VOC, Belanda juga dikalahkan Perancis dan harus menyerahkan wilayah jajahannya. Raja Louis Napoleon, sebagai Raja Perancis, mengirim Marsekal Williem Daendels ke Batavia (Jakarta saat ini) pada 1808, dan mengangkatnya sebagai Gubernur Jenderal.

Di bawah kepemimpinannya, Perancis berhasil mengibarkan benderanya di atas kapal dagang VOC, yang menandakan dimulainya penjajahan Perancis di Indonesia.

Pemerintahan Daendels yang kejam dan diktator membuatnya mendapatkan berbagai kecaman, hingga akhirnya digantikan oleh Jan Williem Janssens.

Pada 18 September 1811, Janssens menyatakan kekalahannya dengan Inggris, dan menandatangani perjanjian bahwa seluruh pulau Jawa diserahkan dan dikuasai oleh Inggris.

Baca juga: Sistem Kontinental: Strategi Napoleon Bonaparte untuk Memperlemah Inggris

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

13 Negara yang Rayakan Hari Kemerdekaan pada Bulan Agustus

13 Negara yang Rayakan Hari Kemerdekaan pada Bulan Agustus

Internasional
Daftar Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

Daftar Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia Pertama Kali

Internasional
Siapa Taliban dan Apa Tujuannya?

Siapa Taliban dan Apa Tujuannya?

Internasional
Negara Maju di Amerika

Negara Maju di Amerika

Internasional
Negara Maju di Australia

Negara Maju di Australia

Internasional
Daftar Negara di Afrika Tengah

Daftar Negara di Afrika Tengah

Internasional
Daftar Negara Anggota OKI

Daftar Negara Anggota OKI

Internasional
Batas Wilayah Indonesia Bagian Timur secara Geografis

Batas Wilayah Indonesia Bagian Timur secara Geografis

Internasional
Batas Negara Vietnam

Batas Negara Vietnam

Internasional
Batas Negara Myanmar

Batas Negara Myanmar

Internasional
Batas Negara Laos

Batas Negara Laos

Internasional
Batas Wilayah Negara Thailand

Batas Wilayah Negara Thailand

Internasional
Daftar Negara di Afrika Timur

Daftar Negara di Afrika Timur

Internasional
Apa yang Dimaksud dengan Negara Federasi?

Apa yang Dimaksud dengan Negara Federasi?

Internasional
Amerika Serikat, Negara Paling Maju di Dunia

Amerika Serikat, Negara Paling Maju di Dunia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.