Sejarah Kartel Midellin: Kartel Narkoba Brutal Pimpinan Escobar

Kompas.com - 18/11/2021, 21:00 WIB

Persepsi itu membantunya memenangkan pemilihan untuk kursi alternatif di Kongres negara itu pada tahun 1982.

Baca juga: Gembong Narkoba Kolombia Otoniel Ditangkap, Terbesar sejak Pablo Escobar

Kekejaman Kartel Midellin

Filantropi Escobar nyatanya diimbangi kekejaman Escobar. Dia menangani masalah dengan "plata o plomo," yang berarti "perak" (suap) atau "timah" (peluru).

Selain pengedar narkoba saingan, terutama dalam kartel Cali, korbannya termasuk pejabat pemerintah, polisi, dan warga sipil.

Pada tahun 1989, kartel dilaporkan menempatkan bom di atas pesawat terbang dalam upaya untuk membunuh seorang informan yang diduga.

Lebih dari 100 orang tewas. Ancaman ekstradisi ke AS, telah melihat Escobar sebagai target utama dalam perangnya melawan narkoba

Baca juga: Kuda Nil Kokain Milik Pablo Escobar Bakal Disterilkan, Ini Alasannya...

Akhir Riwayat Midellin

Di tengah pertumpahan darah yang semakin meningkat, perburuan besar-besaran dilakukan untuk menemukan Escobar.

Pemerintah juga memulai negosiasi untuk penyerahannya. Pada bulan Juni 1991, pada hari yang sama ketika Kongres Kolombia memutuskan untuk melarang ekstradisi dalam konstitusi baru negara itu, Escobar menyerah dan kemudian dipenjara.

Namun, pemenjaraannya tidak banyak berpengaruh pada kegiatan kriminal dan gaya hidupnya.

Dia diizinkan membangun penjara mewah, yang kemudian dikenal sebagai La Catedral. Tapi karena ada pembunuhan dan produksi narkoba, Escobar kembali diburu.

Tak lama, tempat persembunyian Escobar di Medellin ditemukan. Saat pasukan Kolombia menyerbu gedung, Escobar dan seorang pengawal berhasil naik ke atap.

Baca juga: 5 Fakta Kekayaan Pablo Escobar, Pernah Bakar Uang untuk Penghangat

Kejar-kejaran dan baku tembak pun terjadi, dan Escobar ditembak mati. Beberapa orang berspekulasi bahwa Escobar mengambil nyawanya sendiri.

Setelah dia meninggal, kartel Medellin segera runtuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Britannica
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.