Dampak Perang Dunia I di Bidang Politik, Ekonomi, dan Sosial

Kompas.com - 15/11/2021, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Dampak Perang Dunia I secara global menjadikan insiden ini sebagai salah satu periode terpenting dalam sejarah dunia.

Lebih dari 20 puluh negara yang menguasai wilayah di enam benua mendeklarasikan perang antara 1914 dan 1918, sehingga menjadikan Perang Dunia I sebagai konflik global pertama yang sesungguhnya.

Baca juga: Bom Perang Dunia I Meledak di Pesta Setelah Pernikahannya, Pengantin Ini Kehilangan Saudaranya

Dampak Perang Dunia I pun melebihi konflik yang pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Dengan korban mencapai lebih dari 9 juta tentara, pelaut, dan penerbang, serta 5 juta warga sipil lain.

Konflik ini melibatkan setidaknya 28 negara, dan menghabiskan lebih dari 186 miliar dollar AS dalam biaya langsung dan 151 miliar dollar AS biaya secara tidak langsung.

Perang Dunia I juga merupakan konflik pertama yang menggunakan pesawat terbang, tank, artileri jarak jauh, kapal selam, dan gas beracun. Setidaknya 7 juta pria cacat permanen akibat terlibat dengan perang ini.

Perang Dunia I mengubah masyarakat di seluruh Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika sub-Sahara. 

Dampak perang dunia I bidang politik

Perang Dunia I mungkin memiliki konsekuensi yang lebih luas daripada perang lainnya yang pernah terjadi.

Secara politis, perang dunia I mengakibatkan jatuhnya empat monarki, di Rusia pada 1917, di Austria-Hongaria dan Jerman pada 1918, dan di Turki pada 1922.

Baca juga: Anak-Anak dalam Perang Dunia I

Perang ini berkontribusi pada kebangkitan kaum Bolshevik ke kekuasaan di Rusia pada 1917 dan kemenangan fasisme Italia pada 1922.

Sementara bagi negara-negara di Timur Tengah dan di Asia Tenggara, perang dunia I memicu pemberontakan terhadap kolonial. Gejolak ini berkontribusi mendorong runtuhnya kolonialisme Eropa.

Dalam banyak kasus, para pemenang Perang Dunia I menyerap wilayah dari bekas imperium. Inggris dan Perancis mengambil tanah milik Kekaisaran Ottoman. Sementara itu, Jerman terpaksa menyerahkan koloninya di Afrika dan Pasifik sebagai bagian dari ketentuan Perjanjian Versailles.

Pecahnya kerajaan-kerajaan ini juga mengakibatkan terciptanya negara baru di Eropa, seperti Cekoslowakia dan Yugoslavia dan munculnya kembali negara lama seperti Polandia.

Dampak perang dunia I bidang ekonomi

Secara ekonomi, perang dunia I sangat mengguncang ekonomi Eropa dan memungkinkan Amerika Serikat (AS) menjadi kreditur dan kekuatan industri terkemuka di dunia.

Perang ini juga membawa konsekuensi sosial yang luas, termasuk pembunuhan massal orang-orang Armenia di Turki, dan epidemi influenza yang menewaskan lebih dari 25 juta orang di seluruh dunia.

Baca juga: Kisah Prajurit Termuda di Perang Dunia I Tahun 1916

Dampak kerusakan infrastruktur yang nyata di tiap wilayah menambah beban kerugian finansial dari perang yang sangat besar ini, dan membuat Eropa dalam kekacauan ekonomi.

Dengan Perang Dunia I meninggalkan pemenang Eropa dalam kondisi yang sangat lemah, pusat kekuatan global mulai bergeser melintasi Atlantik ke AS.

Sebelum perang, AS memang telah melampaui Inggris untuk menjadi ekonomi terkuat di dunia. Namun setelah perang, “Negeri Paman Sam” muncul dalam posisi yang bahkan lebih kuat, dan secara unik membentuk tatanan internasional baru.

Namun, publik AS sebagian besar tidak tertarik pada kepemimpinan internasional pada saat itu, dan negara itu mundur ke dalam periode isolasionisme.

Perang dunia kedua dua dekade kemudian untuk sepenuhnya membuat bagi AS menjadi kekuatan global seperti sekarang ini.

Baca juga: Viral di TikTok Nenek Buyut 110 Tahun Bawakan Lagu Populer Era Perang Dunia I

Dampak perang dunia I bidang sosial

Perang dunia I mendorong perkembangan inovasi di medan perang dan di luar medan perang yang berdampak pada kehidupan masyarakat pada zamannya,

Inovasi di medan perang berkontribusi pada perkembangan teknologi persenjataan baru. Perang Dunia I mengantarkan era baru teknologi militer mematikan, termasuk ranjau darat, penyembur api, kapal selam, tank, dan pesawat tempur.

Fotografi udara memungkinkan kedua belah pihak untuk membuat peta canggih dari posisi lawan mereka. Artileri jarak jauh memberi tentara kemampuan untuk menembak musuh yang tidak bisa mereka lihat.

Dan pengenalan senjata pemusnah massal, termasuk gas kimia, merupakan upaya untuk menerobos kebuntuan perang parit. Skala dan tingkat keparahan pertempuran tersebut menyebabkan puluhan ribu veteran mengalami trauma psikologis yang kemudian dikenal sebagai shellshock dan sekarang lebih sering disebut sebagai gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Baca juga: Pasangan Perancis Temukan Surat Berusia 100 Tahun di Era Perang Dunia I

Selain itu, meskipun perang sebelumnya sebagian besar hanya terjadi di medan perang, Perang Dunia I adalah “perang total”, yang mengikis perbedaan antara sasaran sipil dan militer.

Jerman, misalnya, menggunakan kapal selam untuk menyerang kapal sipil dan menggunakan kapal udara yang dikenal sebagai zeppelin untuk mengebom kota-kota di Inggris.

Perang tersebut juga menampilkan pembunuhan massal dan pengusiran kelompok etnis tertentu seperti orang Armenia dari Kekaisaran Ottoman, sebuah praktik yang kemudian oleh banyak sarjana disebut genosida.

Sementara inovasi Di Luar Medan Perang, terlihat dari banyak praktik medis dan perkembangan barang-barang rumah tangga biasa yang berasal dari perkembangan kemajuan teknologi perang.

Selama Perang Dunia I, dokter mulai menggunakan natrium sitrat untuk menghentikan pembekuan darah dan melakukan beberapa pencangkokan kulit pertama yang berhasil, yang membuka jalan bagi operasi plastik modern.

Selain itu, penemuan bidai sangat mengurangi kematian dari cedera tertentu: sebelum perang, empat dari setiap lima tentara dengan tulang paha yang patah meninggal; setelah pengenalan belat, empat dari setiap lima selamat.

Baca juga: [KISAH MISTERI] Menguak Teka-teki Terowongan Kematian Perang Dunia I

Perang Dunia I menyebabkan pengembangan Kotex, salah satu produk saniter bermerek pertama, yang digunakan sebagai alternatif masa perang yang lebih murah dan lebih menyerap daripada perban kapas.

Dari sektor seni, media dan informasi, perang dunia I meningkatnya kartun cetak. Ini digunakan baik sebagai propaganda militer dan untuk membantu warga sipil dan veteran memproses kengerian perang.

Perang dunia I juga mengubah peran wanita. Ketika militer Eropa mengirim jutaan pria ke garis depan, wanita memainkan peran yang semakin penting dalam kehidupan profesional di tanah air.

Ribuan wanita merasakan kemandirian pribadi dan finansial saat mereka menjadi staf pabrik, kantor, dan pertanian untuk mendukung upaya perang.

Tentu tidak semua perempuan mengalami kemajuan ekonomi selama masa ini. Perang Dunia I membuat setidaknya tiga juta wanita menjadi janda, sehingga membuat banyak orang menghadapi kesulitan keuangan yang ekstrim akibat kehilangan pasangan setelah konflik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CFR
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Internasional
Mengapa Orang Jepang Tidur di Lantai?

Mengapa Orang Jepang Tidur di Lantai?

Internasional
Pengertian Negara Federasi, Sistem, dan Ciri-cirinya

Pengertian Negara Federasi, Sistem, dan Ciri-cirinya

Internasional
Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN

Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN

Internasional
Kenapa di Jepang Tidak Boleh Bilang Cincin dan Mangkok, Ini Sebabnya

Kenapa di Jepang Tidak Boleh Bilang Cincin dan Mangkok, Ini Sebabnya

Internasional
Apa Itu Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Kenapa Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Apa Itu Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Kenapa Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Internasional
Mengenang 41 Tahun Kematian Bob Marley dan Warisan Abadi Reggae

Mengenang 41 Tahun Kematian Bob Marley dan Warisan Abadi Reggae

Internasional
Profil Ferdinand Marcos Jr, Anak Diktator yang Jadi Presiden Terpilih Filipina

Profil Ferdinand Marcos Jr, Anak Diktator yang Jadi Presiden Terpilih Filipina

Internasional
Invasi Uni Soviet ke Afganistan pada 1979 yang Picu Perang Saudara

Invasi Uni Soviet ke Afganistan pada 1979 yang Picu Perang Saudara

Internasional
4 Penerbangan Non-Stop Terlama di Dunia, Ada yang Hampir 19 Jam

4 Penerbangan Non-Stop Terlama di Dunia, Ada yang Hampir 19 Jam

Internasional
40 Ucapan Idul Fitri Lebaran 2022 dalam Bahasa Inggris dan Artinya

40 Ucapan Idul Fitri Lebaran 2022 dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Internasional
Biografi Abbas Ibn Firnas, Penemu Mesin Penerbangan Pertama, 1.000 Tahun Sebelum Wright Bersaudara

Biografi Abbas Ibn Firnas, Penemu Mesin Penerbangan Pertama, 1.000 Tahun Sebelum Wright Bersaudara

Internasional
Ibnu Yunus, Astronom Muslim yang Masyhur, Penemu Bandul

Ibnu Yunus, Astronom Muslim yang Masyhur, Penemu Bandul

Internasional
Tradisi Mudik di Berbagai Belahan Dunia, Termasuk Korea

Tradisi Mudik di Berbagai Belahan Dunia, Termasuk Korea

Internasional
Daftar 15 Pemimpin Termuda di Dunia

Daftar 15 Pemimpin Termuda di Dunia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.